HOME  ⁄  Nasional

Bupati Banyumas Menunggu Hasil Investigasi Penyebab Ambruknya Tribun VIP Drift Speed Fest

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bupati Banyumas Menunggu Hasil Investigasi Penyebab Ambruknya Tribun VIP Drift Speed Fest
Foto: (Sumber :Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memberi keterangan pers terkait insiden ambruknya tribun VIP dalam ajang Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2026). ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas masih menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait penyebab ambruknya tribun VIP saat ajang Drift Speed Fest di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, yang mengakibatkan puluhan orang menjadi korban.

Dua Tim Dibentuk Tangani Insiden

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan pemerintah daerah bersama kepolisian telah membentuk dua tim untuk menangani insiden tersebut.

Ia mengungkapkan, "Tim satu tentunya dari Polres akan melakukan investigasi. Sudah dilakukan dan belum selesai. Jadi, nanti kesimpulannya apa, menunggu hasil dari Polres."

Menurut Sadewo, tim pertama dipimpin Polresta Banyumas untuk menyelidiki penyebab ambruknya tribun, sedangkan tim kedua dipimpin pemerintah daerah bersama penyelenggara untuk menangani para korban.

Lokasi tribun yang ambruk telah dipasang garis polisi untuk mendukung proses penyelidikan.

Pemerintah daerah mencatat jumlah korban sementara mencapai sekitar 90 orang setelah sebelumnya dilaporkan sebanyak 75 orang dan masih dilakukan proses verifikasi.

Korban mengalami berbagai kondisi mulai dari luka ringan, pingsan, hingga patah tulang.

Seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan juga menjadi korban, namun kondisi ibu dan janinnya dipastikan aman.

Penanganan Korban Jadi Prioritas

Sadewo menegaskan penanganan korban tetap menjadi prioritas pemerintah daerah sambil menunggu hasil investigasi kepolisian.

Ia mengatakan, "Yang jelas tidak ada yang menghendaki ini terjadi. Namanya musibah."

Bersama pihak penyelenggara, Sadewo mengunjungi korban yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Banyumas sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban.

Ia mengungkapkan, "Semua saya kunjungi satu per satu dan saya mengajak pihak penyelenggara. Mereka bertanggung jawab dan cukup kooperatif."

Khusus korban yang menjalani perawatan di RSUD Banyumas, kunjungan dilakukan melalui panggilan video karena proses peninjauan berlangsung hingga larut malam.

Penulis :
Ahmad Yusuf