HOME  ⁄  Nasional

Sekolah di Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh Sementara

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekolah di Dekat Lokasi Bentrokan Menteng Menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh Sementara
Foto: (Sumber :Personel kepolisian berjaga di depan Masjid Jami Matraman di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). ANTARA/Adimas Raditya.)

Pantau - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlotul Athfal Karisma di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara sebagai langkah antisipasi setelah bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak pada Minggu (26/7).

PJJ Diterapkan Demi Keamanan Siswa

Camat Menteng Nurhelmi Savitri mengatakan kebijakan tersebut diambil agar proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa mengabaikan rasa aman siswa dan orang tua.

Ia mengungkapkan, "Iya betul, PJJ. Saya rasa kalau memang sudah kondusif bisa langsung kembali (belajar di sekolah)."

Nurhelmi mengatakan belum ada kepastian hingga kapan PJJ diberlakukan karena keputusan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan di sekitar sekolah.

Pemerintah Kecamatan Menteng bersama kepolisian terus memantau kondisi di sekitar lokasi bentrokan untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.

Koordinasi Diperkuat Cegah Bentrokan Berulang

Pemerintah Kecamatan Menteng akan mengumpulkan tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, tokoh pemuda, tokoh agama, serta Karang Taruna untuk memperkuat komunikasi dan mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Nurhelmi mengatakan, "Mungkin mengantisipasi saja. Yang penting proses belajarnya masih berjalan. Kalau situasi sudah kondusif, bisa langsung kembali belajar di sekolah."

Berdasarkan penyelidikan sementara kepolisian, bentrokan bermula ketika dua pengendara sepeda motor menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk di kawasan Matraman hingga mendapat teguran dari warga.

Kedua orang tersebut kemudian kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga merusak gerobak pedagang serta menganiaya warga sehingga memicu bentrokan yang meluas ke kawasan Jalan Tambak.

Peristiwa itu mengakibatkan bangunan dan sejumlah kendaraan terbakar, sementara dua korban dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dengan satu korban berinisial K (23) meninggal dunia dan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

Penulis :
Ahmad Yusuf