
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menegaskan bermain menjadi salah satu cara yang bermakna untuk membantu anak mengembangkan potensi, kreativitas, dan rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah dalam rangka Hari Anak Nasional pada kegiatan Lego Playground: Main dan Jadi Hebat 2026 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/7).
Ia mengungkapkan, “Melalui tema Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, Hari Anak Nasional mengingatkan kita akan pentingnya membangun masa depan yang lebih baik bagi anak dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri.”
Arifah melanjutkan, “Bermain menjadi salah satu cara yang bermakna untuk mendukung hal tersebut, karena memberi anak kesempatan untuk mengekspresikan diri, mengeksplorasi bakat, mengembangkan kreativitas, dan terlibat dalam berbagai pengalaman positif.”
Kegiatan Lego Playground menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi anak dan keluarga, termasuk Lego Playground Fun Competition yang mengajak peserta membangun kreasi menggunakan balok Lego sekaligus menceritakan kisah di balik karya mereka.
General Manager for India and Asia Emerging Markets The Lego Group Cedric Roose mengatakan bermain merupakan cara yang efektif bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan mempererat hubungan dengan keluarga.
Ia mengungkapkan, “Berdasarkan Lego Play Well Report 2026, sebanyak 99 persen orang tua di Indonesia percaya bahwa bermain berperan penting dalam menciptakan kebahagiaan, kesejahteraan, dan kedekatan dalam keluarga.”
Cedric menambahkan, “Bahkan, 82 persen orang tua menilai manfaat bermain perlu semakin diprioritaskan.”
Ia juga mengatakan melalui Lego Playground pihaknya ingin menghadirkan ruang bagi anak untuk bebas berimajinasi, membangun kreativitas, dan mengekspresikan diri.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Woro Srihastuti Sulistyaningrum menilai penciptaan ruang bermain yang aman membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia mengungkapkan, “Menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor.”
Woro menambahkan, “Inisiatif, seperti Lego Playground: Main dan Jadi Hebat turut mendukung kesejahteraan digital anak dengan mendorong keseimbangan yang sehat antara aktivitas bermain secara langsung dan aktivitas digital.”
Menurutnya, keseimbangan antara bermain secara langsung dan penggunaan teknologi penting agar anak mampu mengembangkan keterampilan sosial, emosional, serta kemampuan yang dibutuhkan pada masa depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



