HOME  ⁄  Nasional

Kemnaker Perkuat Transformasi Ketenagakerjaan Lewat Vokasi dan Green Office Berkelanjutan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemnaker Perkuat Transformasi Ketenagakerjaan Lewat Vokasi dan Green Office Berkelanjutan
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Pekan Olahraga dalam rangka HUT ke-79 Kemnaker di Jakarta, Senin 27/7/2026 (sumber: Kemnaker RI)

Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen memperkuat transformasi sektor ketenagakerjaan melalui penguatan vokasi dan penerapan green office sebagai fondasi birokrasi yang produktif, modern, dan berkelanjutan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa penguatan vokasi terus dilakukan melalui berbagai program strategis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.

Penguatan Vokasi untuk Menjawab Kebutuhan Industri

Salah satu program utama yang menjadi fokus Kemnaker adalah Program Magang Nasional (MagangHub) yang pada 2026 ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta.

Yassierli mengungkapkan, "Program ini dirancang untuk mendekatkan pencari kerja dengan industri sehingga dapat meminimalkan ketidaksesuaian kompetensi (mismatch). Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan sertifikat kompetensi, tetapi juga mendapatkan uang saku selama mengikuti program."

Menurut Yassierli, MagangHub telah memperoleh perhatian dari berbagai mitra internasional sebagai salah satu praktik baik dalam pengembangan sumber daya manusia yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja.

Selain memperluas akses magang, Kemnaker juga menargetkan sebanyak 270 ribu peserta mengikuti Program Pelatihan Vokasi Nasional sepanjang 2026.

Pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional dilakukan secara transparan dan inklusif.

Program tersebut memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Program tersebut juga memberikan kesempatan yang setara bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Transformasi Birokrasi Melalui Green Office

Seiring penguatan vokasi, Kemnaker terus mendorong transformasi birokrasi melalui penerapan green office.

Yassierli menjelaskan bahwa penerapan green office dilakukan melalui pengelolaan lingkungan kantor secara mandiri.

Pengelolaan tersebut mencakup efisiensi penggunaan energi.

Pengelolaan tersebut juga mencakup pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Kemnaker secara bertahap melakukan transisi menuju pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di lingkungan kementerian.

Penerapan standar green office juga didukung dengan penyusunan sustainability report sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang akuntabel.

Yassierli menegaskan, “Transformasi ketenagakerjaan harus berjalan seiring dengan transformasi birokrasi. Karena itu, kami ingin membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif dan adaptif terhadap perubahan, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.”

Penulis :
Leon Weldrick