HOME  ⁄  Nasional

Satgas Karhutla Jambi Siagakan Pesawat Cessna untuk Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman Musim Kemarau

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Satgas Karhutla Jambi Siagakan Pesawat Cessna untuk Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Ancaman Musim Kemarau
Foto: Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah (sumber: ANTARA/Agus Suprayitno)

Pantau - Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi menyiagakan satu pesawat jenis Cessna (PK-ALA) untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kondisi memungkinkan, sekaligus memperkuat patroli udara di wilayah rawan kebakaran seiring meningkatnya ancaman karhutla pada musim kemarau.

Pesawat Cessna Disiapkan untuk OMC dan Patroli Udara

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menempatkan satu pesawat Cessna di Jambi untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla.

Ia mengungkapkan, "Saat ini BNPB telah menempatkan satu pesawat Cessna di Jambi yang dapat digunakan untuk patroli udara maupun penyemaian garam jika terdapat bibit awan."

Bachyuni menjelaskan ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau yang berdasarkan prakiraan cuaca diperkirakan berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026.

Hingga 28 Juli 2026, luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Provinsi Jambi mencapai sekitar 222 hektare.

Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah daerah, yakni Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Satgas Dirikan 81 Pos Lapangan untuk Antisipasi Karhutla

Sebagai langkah antisipasi, Satgas Karhutla telah mendirikan 81 pos lapangan di berbagai daerah rawan kebakaran.

Pos lapangan tersebut menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran, melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla, serta melakukan pemadaman awal apabila terjadi kebakaran.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan untuk mencegah munculnya titik api.

Bachyuni mengingatkan, “Kami minta masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, karena sekarang kondisi sangat kering dan rawan kebakaran.”

Penulis :
Arian Mesa