HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Memimpin Rapat Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi El Nino Lebih Cepat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Presiden Prabowo Memimpin Rapat Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Siapkan Langkah Hadapi El Nino Lebih Cepat
Foto: Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa 28/7/2026 (sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (28/7/2026), untuk membahas langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem dan kekeringan yang diprediksi datang lebih cepat akibat fenomena El Nino.

Jajaran menteri dan pimpinan lembaga mulai tiba di Istana sejak pukul 14.30 WIB untuk mengikuti rapat tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga berada di lokasi dan telah tiba di Istana sekitar pukul 14.00 WIB.

Peserta rapat di antaranya Kepala BMKG Prof Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

BMKG Prediksi El Nino Datang Lebih Cepat

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan rapat membahas antisipasi cuaca ekstrem dan kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menjelaskan siklus El Nino umumnya terjadi setiap empat tahun.

Ia menyebut El Nino sebelumnya terjadi pada 2015, 2019, dan 2023.

Raja Juli Antoni mengungkapkan, "Siklus El Nino itu terjadi empat tahunan, dulu 2015, kemudian 2019, 2023, mestinya (siklus berikutnya, red.) tahun depan, 2027. Tetapi, prediksi BMKG, El Nino akan terjadi lebih cepat. Jadi, mestinya 2027, akan terjadi tahun ini. Jadi, kekeringannya datang lebih cepat."

Pemerintah Siapkan Teknologi dan Modifikasi Cuaca

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya diminta menyiapkan teknologi untuk membangun ketahanan air di berbagai daerah.

Teknologi tersebut disiapkan agar sektor pertanian tetap aman saat El Nino terjadi.

Teknologi itu juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Arif Satria mengatakan, "Karena El Nino ya tentu yang diperlukan bagaimana supaya pertanian tetap aman dan juga untuk kehidupan sehari-hari juga aman."

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan terdapat dua isu utama yang harus diantisipasi, yakni kekurangan air dan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah berkoordinasi dengan BMKG untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna memastikan debit air di waduk tetap dalam kondisi aman.

Upaya tersebut juga mencakup menjaga ketersediaan air di danau.

Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, “Kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau.”

Penulis :
Leon Weldrick