
Pantau - Atase Pertahanan China di Indonesia Kolonel Senior Xu Sheng mengatakan hubungan Indonesia dan China semakin erat seiring meningkatnya saling percaya strategis antara kedua negara dalam peringatan 99 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) China di Jakarta pada Senin malam.
Xu mengatakan saat ini Indonesia dan China telah membangun Kemitraan Strategis Komprehensif yang terus diperkuat melalui lima pilar kerja sama, yakni politik, ekonomi, sosial dan budaya, maritim, serta keamanan.
Ia mengungkapkan, "Saat ini saling percaya strategis antara China dan Indonesia terus meningkat, dan kedua negara telah membangun Kemitraan Strategis Komprehensif."
Kerja Sama Pertahanan Semakin Substantif
Xu menyebut di bawah arahan strategis kedua kepala negara, hubungan pertahanan Indonesia dan China semakin erat serta semakin substantif.
Menurut Xu, komunikasi antara pimpinan militer kedua negara terus berlangsung dan menghasilkan berbagai capaian positif.
Kerja sama pertahanan yang telah berjalan mencakup latihan militer bersama, kunjungan timbal balik kapal perang, pelatihan personel, dan kerja sama multilateral.
Xu menilai berbagai capaian tersebut akan memberikan dukungan kuat bagi pembangunan Komunitas Senasib Sepenanggungan China-Indonesia yang memiliki pengaruh di tingkat regional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Xu juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta berbagai pihak di Indonesia dan China atas kontribusi mereka dalam memperkuat hubungan militer kedua negara.
Xu mengatakan Indonesia dan China selama ini saling mendukung dalam perjuangan kemerdekaan, pembangunan nasional, menjaga kedaulatan, menjaga keamanan, serta menjaga kepentingan strategis masing-masing negara.
Indonesia Tegaskan Komitmen Perkuat Kerja Sama
Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan Indonesia berkomitmen membangun kerja sama di bidang pertahanan dengan China guna memperkuat kawasan dan menjaga kedaulatan negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie saat menghadiri Pertemuan Pertama 2+2 Republik Indonesia (RI)–Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Beijing, China, pada April 2025.
Sjafrie mengatakan, "Indonesia meningkatkan kerja sama dalam konteks kemitraan strategis yang komprehensif dengan Republik Rakyat Tiongkok di bidang pertahanan."
Pembahasan kerja sama pertahanan antara kedua negara meliputi latihan militer bersama, penguatan alat utama sistem senjata (alutsista), serta kolaborasi di bidang industri pertahanan.
Selain isu pertahanan, Sjafrie bersama Menteri Pertahanan RRT Laksamana Dong Jun juga membahas sejumlah isu krusial yang dinilai dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan RRT.
Sjafrie berharap kerja sama pertahanan antara Indonesia dan China dapat terwujud sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
- Penulis :
- Shila Glorya



