HOME  ⁄  Nasional

Kurikulum Lalu Lintas di Batam Tekan Pelanggaran Pelajar Secara Signifikan pada Semester I 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kurikulum Lalu Lintas di Batam Tekan Pelanggaran Pelajar Secara Signifikan pada Semester I 2026
Foto: (Sumber :Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengenakan helm kepada pelajar di kelas di Batam, Kepri. ANTARA/HO-Polresta Barelang.)

Pantau - Satlantas Polresta Barelang mengungkapkan jumlah pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar Kota Batam menurun setelah kurikulum pendidikan lalu lintas mulai diterapkan di sekolah pada awal 2026.

Pelanggaran Pelajar Mengalami Penurunan

Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan program tersebut bertujuan menanamkan nilai keselamatan, kedisiplinan, dan kepedulian melalui jalur pendidikan.

Ia mengungkapkan, "Penurunan angka pelanggaran ini menjadi bukti bahwa pendidikan sejak usia dini mampu membangun kesadaran tertib berlalu lintas secara berkelanjutan."

Berdasarkan data Satlantas Polresta Barelang, pelanggaran di tingkat sekolah dasar turun dari 98 kasus menjadi 79 kasus pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelanggaran di tingkat sekolah menengah pertama juga menurun dari 1.386 kasus menjadi 462 kasus.

Sementara itu, pelanggaran di tingkat sekolah menengah atas berkurang dari 2.307 kasus menjadi 1.157 kasus.

Kurikulum Diterapkan di 210 Sekolah

Program pendidikan lalu lintas diluncurkan pada 17 Desember 2025 dan mulai diterapkan pada Januari 2026 di 210 sekolah negeri di Kota Batam yang terdiri atas 145 sekolah dasar dan 65 sekolah menengah pertama.

Materi pendidikan lalu lintas diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Sebelum program diterapkan, para guru PPKn mengikuti pelatihan training of trainers untuk menyampaikan materi kepada siswa.

Polresta Barelang berharap pendekatan edukatif dan preventif tersebut dapat membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini sehingga kesadaran keselamatan terus terbentuk dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis :
Ahmad Yusuf