
Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan penerapan sistem aplikasi parkir berhasil mendongkrak retribusi parkir hingga 300 persen di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dan berencana memperkuat sistem tersebut dengan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Integrasi AI Disiapkan untuk Cegah Kebocoran Retribusi
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan sistem parkir saat ini masih dioperasikan secara manual sehingga perlu diintegrasikan dengan kamera pengawas (CCTV) berbasis AI untuk menghitung volume kendaraan secara otomatis.
Ia mengatakan, “Sistem ini secara otomatis memvalidasi jumlah kendaraan keluar masuk dengan data transaksi yang tujuannya untuk mencegah kebocoran.”
Menurut Budi, Pemprov DKI juga akan melakukan peremajaan sistem parkir tepi jalan (on-street), termasuk di Jalan Sabang, karena perangkat yang digunakan sudah tidak layak.
Ia menambahkan metode pembayaran digital seperti QRIS maupun Electronic Data Capture (EDC) juga akan diperbarui agar lebih modern.
Ia mengungkapkan, “Kami sedang menguji coba berbagai inovasi sistem perparkiran modern berbasis tap otomatis yang lebih cepat dan efisien.”
DPRD Minta Evaluasi Digitalisasi Parkir
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh mengatakan pihaknya ingin mengukur dampak nyata dari penerapan digitalisasi parkir terhadap peningkatan retribusi daerah.
Nova meminta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera melakukan evaluasi terhadap efektivitas sistem digitalisasi parkir agar target retribusi dapat tercapai secara optimal dan transparan.
Ia mengatakan, “Evaluasi sebelum melangkah ke tahap berikutnya.”
- Penulis :
- Aditya Yohan



