HOME  ⁄  Ekonomi

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Menjadi Motor Pertumbuhan Kawasan Transmigrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menekraf Dorong Ekonomi Kreatif Menjadi Motor Pertumbuhan Kawasan Transmigrasi
Foto: (Sumber :Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya memberikan pembekalan kepada peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 pada kegiatan pembekalan di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Aria Ananda..)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyatakan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan kawasan transmigrasi melalui pengembangan potensi lokal, inovasi, dan peningkatan nilai tambah produk masyarakat.

Riefky mengungkapkan, “Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia dan Tim Patriot adalah mitra strategis untuk menguatkan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah-daerah transmigrasi di seluruh Indonesia.”

Ia menyebut setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sesuai karakteristik wilayah, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, seni pertunjukan, hingga subsektor berbasis teknologi dan digital.

Tim Ekspedisi Patriot Petakan Potensi Daerah

Riefky mengatakan Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem, serta menyusun rekomendasi strategi pengembangannya.

Ia mengungkapkan, “Tim Ekspedisi Patriot bisa mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif unggulan di setiap kawasan, memetakan kebutuhan penguatan ekosistem kreatif yang dibutuhkan, dan menyusun rekomendasi strategi pengembangannya.”

Menurutnya, hasil pemetaan tersebut akan diolah bersama Kementerian Transmigrasi untuk menyusun strategi peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

Riefky mengatakan, “Nanti dari data tersebut kami akan berkolaborasi dengan pihak Kementerian Transmigrasi.”

Tindak lanjut hasil pemetaan akan dilakukan melalui program Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia untuk memperkuat desa kreatif, pengembangan talenta, kewirausahaan, serta penguatan kekayaan intelektual dan merek lokal.

Kinerja Ekraf Tunjukkan Potensi Besar

Menekraf menjelaskan pengembangan ekonomi kreatif mencakup 21 subsektor, termasuk kuliner, kriya, fesyen, film, animasi, musik, gim, aplikasi, konten digital, serta teknologi seperti artificial intelligence (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), dan keamanan siber.

Pengembangan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2026-2045 dengan pendekatan kolaboratif heksaheliks yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan.

Kementerian mencatat realisasi investasi ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp183,01 triliun atau 134 persen dari target RPJMN 2025.

Nilai ekspor ekonomi kreatif juga mencapai 31,94 miliar dolar AS atau sekitar Rp576,73 triliun dengan kontribusi sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonmigas hingga November 2025.

Sektor ekonomi kreatif turut menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107 persen dari target, dengan mayoritas berasal dari generasi Z dan milenial serta didominasi pekerja perempuan.

Riefky berharap pengembangan ekonomi kreatif di kawasan transmigrasi mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya desa yang maju dan mandiri.

Penulis :
Ahmad Yusuf