
Pantau - Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berinvestasi dalam pengembangan 154 kawasan transmigrasi prioritas guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas ekspor, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Investasi Dinilai Kunci Pengembangan Kawasan Transmigrasi
Viva Yoga Mauladi mengatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi unggulan yang berbeda sehingga membutuhkan dukungan investasi agar mampu berkembang menjadi pusat produksi dan penggerak ekonomi daerah.
Ia mengatakan, “Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan.”
Ajakan tersebut disampaikan saat menerima Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Sarana dan Prasarana Kadin Indonesia M Azis Syamsuddin di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta.
Viva menjelaskan sejumlah kawasan transmigrasi memiliki komoditas unggulan, seperti kelapa sawit di Kabupaten Bungo, Jambi, padi di Banyuasin, Sumatera Selatan, serta kakao, kopi, pala, dan durian di Sulawesi Tengah.
Kementerian Transmigrasi juga mencatat ekspor 459 ton komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi ke China senilai sekitar Rp42,5 miliar serta memfasilitasi ekspor sekitar 16 ton rajungan ke Amerika Serikat dengan nilai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar.
Program Transmigrasi Gunakan Pendekatan dari Daerah
Viva menjelaskan pelaksanaan program transmigrasi saat ini menggunakan pendekatan bottom up berdasarkan usulan pemerintah daerah, berbeda dengan pola sebelumnya yang ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan, “Kementrans telah melakukan sinergi dengan PNM, pengusaha dari China, dan para offtaker. Sekarang Kadin perlu melakukan hal yang sama untuk ikut mengembangkan kawasan transmigrasi.”
Ia juga mengatakan, “Program transmigrasi dulu ditetapkan oleh pemerintah pusat secara langsung. Saat ini program transmigrasi dilaksanakan secara desentralisasi, bottom up. Ada transmigrasi bila ada permintaan dari daerah yang membutuhkan.”
Kementerian Transmigrasi telah menerima 61 proposal pembentukan kawasan transmigrasi baru dari berbagai pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap program tersebut sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan pengembangan ekonomi di luar Pulau Jawa.
Sementara itu, Azis Syamsuddin menilai pengembangan kawasan transmigrasi dapat mengoptimalkan lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal sekaligus membangun pusat-pusat produksi baru di berbagai daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



