HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ungkap Pendamping PKH Datangi Keluarga Siswa Sekolah Rakyat hingga 10 Kali agar Kembali Bersekolah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Ungkap Pendamping PKH Datangi Keluarga Siswa Sekolah Rakyat hingga 10 Kali agar Kembali Bersekolah
Foto: (Sumber :Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berswafoto bersama siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Tuban, Jatim, Rabu (29/7/2026). ANTARA/Moch Asim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mendatangi keluarga calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Tuban hingga 10 kali agar anak-anak yang putus sekolah bersedia kembali melanjutkan pendidikan.

Pendamping PKH Jemput Anak Putus Sekolah

"Ada pendamping PKH yang mendekati keluarga itu sampai 10 kali, baru mereka mengizinkan putra atau putrinya dikirim untuk sekolah di sini. Jadi, ada yang hunting untuk peserta didik," kata Khofifah saat meninjau SRT Permanen Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu.

Ia menjelaskan sebagian calon siswa merupakan anak yang telah lama terputus dari pendidikan formal sehingga pemerintah harus melakukan penelusuran langsung kepada keluarga.

"Kemudian, ada anak-anak yang saya tanya, 'kelas berapa?', belum tahu. Nah, itu artinya mereka kemungkinan besar putus sekolah," ujarnya.

Khofifah mengatakan terdapat anak yang berhenti sekolah saat duduk di kelas dua hingga kelas empat sekolah dasar dan direkrut kembali untuk melanjutkan pendidikan melalui SRT.

"Karena ada yang mungkin drop out kelas 2, drop out kelas 3, drop out kelas 4. Nanti kalau masuk di sini kelas berapa? 'Kelas 4 SD'. Berarti dia kan drop out kelas 4," katanya.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan prinsip no one left behind dalam Sustainable Development Goals (SDGs) agar tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan.

Sekolah Diminta Libatkan Psikolog dan Siap Beroperasi

Khofifah menyebut SRT Tuban juga menerima siswa dari Kabupaten Pati dan Kabupaten Bojonegoro sehingga menjadi ruang interaksi bagi anak-anak dari berbagai daerah.

Ia meminta pihak sekolah menghadirkan psikolog sedikitnya satu kali setiap bulan untuk membantu proses adaptasi sosial siswa di asrama sekaligus mencegah perundungan.

"Nah iya, makanya saya tadi bilang sama kepala sekolah, paling tidak tiap sebulan sekali itu dihadirkan psikolog. Kalau psikolog datang kan melakukan proses pendekatan pada anak-anak," ujarnya.

Khofifah mengatakan pembangunan fisik SRT Permanen Tuban yang dibangun melalui sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Tuban dijadwalkan rampung pada 31 Juli 2026, sedangkan siswa mulai masuk asrama pada 30 Juli 2026.

Sementara itu, orang tua siswa asal Tambakboyo, Tuban, Sarni mengaku program sekolah gratis tersebut sangat membantu keluarganya.

"Sangat membantu bagi rakyat yang ke bawah seperti keluarga saya," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf