HOME  ⁄  Nasional

BNPP RI Uji Coba Sistem All Indonesia di PLBN Entikong untuk Percepat Layanan Lintas Batas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

BNPP RI Uji Coba Sistem All Indonesia di PLBN Entikong untuk Percepat Layanan Lintas Batas
Foto: Dokumentasi uji coba sistem All Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (sumber: BNPP)

Pantau - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memulai uji coba sistem All Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Selasa (28/7), sebagai langkah menghadirkan layanan lintas batas yang lebih cepat, terintegrasi, dan efisien melalui digitalisasi proses pemeriksaan pelintas batas.

PLBN Entikong Jadi Pilot Project

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama BNPP RI, Budi Setyono, menjelaskan bahwa sistem All Indonesia dikembangkan untuk menyederhanakan proses kedatangan pelintas ke wilayah Indonesia.

Ia mengungkapkan, "Aplikasi All Indonesia menggabungkan pelaporan keimigrasian, kepabeanan, serta kekarantinaan kesehatan, hewan, ikan, dan tumbuhan dalam satu platform. Dengan sistem yang terintegrasi ini, proses pelayanan kepada pelintas diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien."

Uji coba tersebut difasilitasi oleh BNPP RI bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) RI sebagai tahapan awal implementasi sistem pelayanan terpadu untuk memperkuat tata kelola perlintasan di kawasan perbatasan negara.

Sebelumnya, sistem All Indonesia telah diterapkan di sejumlah bandara internasional dan pelabuhan laut.

Penerapan di PLBN Entikong menjadi implementasi perdana sistem All Indonesia di kawasan perbatasan.

PLBN Entikong dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki kesiapan infrastruktur yang dinilai memadai serta karakteristik pelayanan yang representatif sebagai pintu gerbang utama Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat.

Budi mengatakan, "PLBN Entikong menjadi pilot project penerapan All Indonesia di kawasan perbatasan. Hasil uji coba ini akan menjadi dasar pengembangan dan implementasi sistem di PLBN lainnya."

Persiapan Implementasi dan Sosialisasi

Dari sisi sarana dan prasarana, BNPP RI telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, termasuk Kios Q monitor dan petugas pelayanan (stopper) untuk mendukung operasional sistem.

Pihak Imigrasi juga mengusulkan penyediaan auto gate portal guna mengoptimalkan proses pemeriksaan otomatis bagi para pelintas.

Menurut Budi, penyediaan fasilitas tersebut akan membuat pelayanan lintas batas Indonesia semakin modern sekaligus meningkatkan pengalaman pelayanan bagi masyarakat.

Peresmian implementasi sistem All Indonesia di PLBN Entikong ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.

BNPP RI merekomendasikan seluruh instansi Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) bersama pengelola PLBN mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, baik bagi pelintas yang akan berangkat maupun yang tiba di Indonesia.

Budi mengungkapkan, "Keberhasilan implementasi sistem ini tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat sebagai pengguna layanan. Karena itu, sosialisasi perlu dilakukan secara intensif sebelum sistem dioperasikan secara penuh."

Melalui uji coba tersebut, BNPP RI bersama Kemenko Infra berharap sistem All Indonesia dapat diimplementasikan secara bertahap di seluruh PLBN Terpadu.

Integrasi layanan dalam sistem All Indonesia diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik di kawasan perbatasan serta menghadirkan proses lintas batas yang semakin modern, aman, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya