HOME  ⁄  Nasional

Widiyanti Putri Wardhana Paparkan Empat Fokus Pembahasan Seabef 2026 untuk Perkuat Daya Saing Pariwisata Asia Tenggara

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Widiyanti Putri Wardhana Paparkan Empat Fokus Pembahasan Seabef 2026 untuk Perkuat Daya Saing Pariwisata Asia Tenggara
Foto: Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan sambutan dalam pembukaan Seabef 2026 di Jakarta, Rabu 29/7/2026 (sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shant)

Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan empat fokus utama pembahasan dalam Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28–29 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing pariwisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan bernilai tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Widiyanti menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan pada pembukaan Seabef 2026 di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, "Seabef menjadi wadah yang mendorong inovasi dan kolaborasi di kawasan Asia Tenggara seiring terus berkembangnya peran penyelenggaraan berbagai event."

Menurut Widiyanti, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2023, pembahasan Seabef telah berkembang dari penguatan industri business events menjadi pemahaman yang lebih luas mengenai peran event sebagai penggerak daya saing pariwisata, pembangunan berkelanjutan, dan penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

Ia menjelaskan tema Seabef 2026 adalah Beyond Business Events: Redefining the Future of Events as a Catalyst for Competitive, Sustainable, and High-Value Tourism Growth yang menegaskan kembali peran event sebagai katalis pertumbuhan pariwisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan bernilai tinggi.

Empat Fokus Pembahasan

Widiyanti menjelaskan pembahasan pertama berfokus pada kebijakan regional dan penguatan posisi global melalui kolaborasi yang lebih erat untuk memperkuat posisi Asia Tenggara di tingkat internasional.

Pembahasan kedua menitikberatkan pada pembangunan destinasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan siap menghadapi masa depan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, merespons tren global, serta memperkuat peran event sebagai aset strategis pariwisata.

Pembahasan ketiga mengkaji pemanfaatan teknologi digital, penggunaan kecerdasan buatan (AI), serta berbagai inovasi yang mampu mentransformasi pengalaman peserta dan menciptakan nilai tambah bagi industri event.

Pembahasan keempat menekankan pentingnya pengembangan talenta dan keunggulan dalam strategic bidding melalui investasi pada sumber daya manusia, penguatan kapasitas pelaku industri, serta peningkatan kemampuan menarik dan menyelenggarakan event internasional kelas dunia.

IBEM 2026 Berlangsung Bersamaan

Widiyanti mengatakan Seabef 2026 diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026.

Selama empat hari pelaksanaan, IBEM menghadirkan 98 peserta pameran dari industri MICE dan pariwisata serta 220 hosted buyers dari berbagai penjuru dunia.

Kementerian Pariwisata juga memperkenalkan berbagai potensi pariwisata dan industri MICE Indonesia melalui Indonesia Pavilion.

Widiyanti berharap IBEM 2026 berlangsung sukses dan produktif serta hubungan yang terjalin selama penyelenggaraan forum mampu melahirkan kemitraan yang bermakna dan membuka peluang baru bagi pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata menyatakan kedua forum tersebut bertujuan melakukan reposisi peran event sebagai penggerak utama nilai ekonomi, mendorong keberlanjutan, memperkuat inovasi, menyelaraskan ekosistem event di kawasan regional, serta menjadi wadah strategis untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi pelaku industri event di tingkat nasional maupun internasional.

Penulis :
Arian Mesa