HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Percepat Pembangunan 15 Bendungan untuk Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Percepat Pembangunan 15 Bendungan untuk Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan Nasional
Foto: Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 29/7/2026 (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Pemerintah mempercepat pembangunan 15 bendungan di berbagai daerah untuk mendukung irigasi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim.

Percepatan Pembangunan Bendungan

Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana menyampaikan percepatan pembangunan bendungan dan jaringan irigasi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan sektor pertanian terhadap curah hujan serta menghadapi ancaman kekeringan dan banjir akibat perubahan iklim.

Kurnia Ramadhana mengungkapkan, "Tanpa dukungan bendungan dan irigasi yang memadai, banyak wilayah pertanian masih mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim, termasuk ancaman kekeringan saat El Nino maupun banjir akibat curah hujan tinggi."

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum per 21 Juli 2026, sebanyak 240 bendungan telah beroperasi, sedangkan 15 bendungan masih dalam tahap pembangunan dengan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp32,806 triliun.

Kelima belas bendungan tersebut tersebar di 10 provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Maluku.

Target Irigasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah memperkirakan seluruh bendungan yang sedang dibangun akan mampu menampung lebih dari satu miliar meter kubik air dan menyuplai irigasi bagi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Selain mendukung ketahanan pangan, pembangunan bendungan juga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, menjaga ketersediaan air baku, serta mendukung penyediaan energi baru dan terbarukan.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum per 24 Juli 2026, sebanyak 240 bendungan yang telah beroperasi memiliki total volume tampungan mencapai 9,74 miliar meter kubik.

Infrastruktur tersebut juga didukung ratusan situ, danau, tampungan air baku, dan sumur bor yang disiagakan untuk menghadapi musim kemarau serta potensi fenomena El Nino.

Penulis :
Leon Weldrick