HOME  ⁄  Ekonomi

Lampung Barat Optimistis Jadi Sentra Bawang Putih Grade A, Panen Perdana Dijadwalkan Agustus 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Lampung Barat Optimistis Jadi Sentra Bawang Putih Grade A, Panen Perdana Dijadwalkan Agustus 2026
Foto: Ilustrasi - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berfoto bersama dengan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, usai membicarakan kolaborasi ketahanan pangan berfokus pada pengembangan bawang putih berkualitas di Mapolda Lampung, Rabu 29/7/2026 (sumber: Diskominfo Lambar)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat optimistis mampu mengembangkan komoditas bawang putih grade A atau berkualitas tinggi setelah hasil uji coba penanaman yang dimulai sejak 16 April 2026 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, dengan panen perdana dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan hasil pemantauan sampel pada umur 88 hari setelah tanam (HST) memperlihatkan diameter umbi bawang putih mencapai 37,3 mm atau hampir 4 cm sehingga sudah mendekati standar bawang putih grade A.

Ia mengungkapkan, "Ini bukti bahwa tanah Lampung Barat mampu menghasilkan bawang putih berkualitas. Dengan demikian kami punya potensi besar untuk menjadi sentra budidaya bawang putih di Provinsi Lampung."

Target Perluasan Areal Tanam

Berdasarkan pemetaan potensi, Lampung Barat memiliki areal yang dapat ditanami bawang putih seluas 870 hektare.

Pada 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menargetkan penanaman bawang putih seluas 40 hektare melalui program ketahanan pangan bidang hortikultura.

Lahan penanaman tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau.

Parosil Mabsus mengatakan, "Lahan tersebut tersebar di empat kecamatan, yaitu Balik Bukit, Sukau, Way Tenong, dan Sekincau. Target 40 hektare ini adalah langkah awal, jika hasilnya bagus kami akan dorong perluasan ke seluruh wilayah yang potensial."

Pemerintah daerah menyatakan target penanaman seluas 40 hektare menjadi langkah awal pengembangan komoditas bawang putih sebelum diperluas ke seluruh wilayah yang memiliki potensi apabila hasil penanaman awal dinilai berhasil.

Kolaborasi Kawal Program Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menilai keberhasilan program pengembangan bawang putih tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga diharapkan meningkatkan pendapatan petani serta memperkuat perekonomian daerah.

Parosil Mabsus mengatakan, "Dengan sinergi semua pihak, kami optimis Lampung Barat bisa menjadi lumbung bawang putih baru di Lampung."

Lampung Barat dinilai memiliki keunggulan geografis untuk budidaya bawang putih karena berada pada ketinggian 700 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), memiliki suhu yang sejuk, serta kondisi tanah yang subur.

Ia mengungkapkan, "Daerah ini punya potensi besar. Secara geografis Lampung Barat sangat mendukung pengembangan bawang putih. Ini menjadi salah satu komoditas yang bisa mengangkat ekonomi petani kita."

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyatakan dukungan penuh terhadap program pengembangan bawang putih melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Polda Lampung.

Kolaborasi tersebut bertujuan mengawal program dari hulu hingga hilir yang meliputi penanaman, pendampingan kepada petani, serta pemasaran hasil panen agar petani tidak mengalami kesulitan dalam pembudidayaan maupun pemasaran.

Helfi Assegaf mengatakan, "Dukungan adanya kolaborasi ini diharapkan dapat mengawal program dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pendampingan, hingga pemasaran, agar petani di Lampung Barat tidak mengalami kesulitan, baik pemasaran maupun pembudidayaan."

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Polda Lampung menyatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan dengan fokus utama pada pengembangan potensi budidaya bawang putih di Lampung Barat.

Penulis :
Arian Mesa