HOME  ⁄  Ekonomi

Dirut Bulog Sidak Mitra Maklon di Demak untuk Pastikan Kualitas Cadangan Beras Pemerintah Terjaga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dirut Bulog Sidak Mitra Maklon di Demak untuk Pastikan Kualitas Cadangan Beras Pemerintah Terjaga
Foto: (Sumber :Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mitra maklon penggilingan padi di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026). ANTARA/HO-Bulog.)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak ke mitra maklon penggilingan padi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, guna memastikan kualitas cadangan beras pemerintah (CBP) tetap terjaga seiring meningkatnya stok beras nasional.

Bulog Periksa Seluruh Tahapan Produksi Beras

Rizal mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan proses pengolahan gabah hingga menjadi beras memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengatakan, "Nah, itu makanya kami tadi melaksanakan sidak mulai dari ngecek tempat penjemuran, kemudian bed dryer, sampai dengan proses giling dan lain sebagainya."

Dalam sidak di Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Rizal meninjau proses penjemuran gabah, penggunaan bed dryer, penggilingan, hingga hasil akhir beras untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai standar operasional.

Menurutnya, kualitas beras yang dihasilkan tergolong baik karena berasal dari gabah yang dipanen pada tingkat kematangan optimal sehingga menghasilkan butiran beras yang lebih utuh dan minim pecah.

Bulog Tegaskan Standar Mutu Beras Harus Dipenuhi

Rizal mengungkapkan stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 5,4 juta ton, termasuk hasil penyerapan gabah petani nasional hampir 3,5 juta ton setara beras.

Ia mengatakan, "Nah, ini dengan stok yang besar, maka kami menitikberatkan atau konsentrasi terhadap kualitas beras. Karena apa? Kalau kualitas berasnya jelek, maka daya simpannya akan lebih cepat. Tapi kalau kualitas gabah dan berasnya bagus, maka daya simpannya akan lebih lama dan dinikmati masyarakat juga rasanya juga lebih enak."

Bulog mengingatkan seluruh mitra maklon agar menjaga kualitas produksi sesuai spesifikasi yang ditetapkan, termasuk kadar air, tingkat pecahan, dan persentase butiran menir.

Ia menegaskan, "Nah, jangan sampai nanti hasil gilingan mitra maklon itu tidak sesuai dengan standar. Karena standar yang kami terima adalah beras medium, yaitu beras dengan posisi pecahan maksimal 25 persen, kadar air 14 persen dan butiran menirnya 2 persen. Oleh karena itu, harus betul-betul dijaga."

Bulog memastikan hanya akan menerima beras yang memenuhi standar kualitas sebagai upaya menjaga mutu cadangan beras pemerintah secara berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf