
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkuat kemitraan Indonesia dan Australia untuk mengembangkan sistem irigasi modern di kawasan cetak sawah Dadahup, Kalimantan Tengah, guna meningkatkan produktivitas lahan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan kerja sama tersebut dalam pertemuan bilateral terbatas bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Mentan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan melalui Australian Water Partnership (AWP) yang diwujudkan melalui fasilitasi Expert Mission di kawasan Dadahup.
Ia mengungkapkan, "Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penerapan teknologi dan tata kelola air yang lebih modern."
Menurut Mentan, hasil kajian para ahli Australia semakin memperkuat keyakinan bahwa Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pengembangan pertanian rawa modern di Indonesia.
Ia mengatakan, "Hasil kajian para ahli Australia menunjukkan Dadahup memiliki potensi besar menjadi model pertanian rawa modern. Rekomendasi yang diberikan sangat sejalan dengan prioritas Indonesia dalam mempercepat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) 300 dan memperkuat ketahanan pangan nasional."
Langkah Lanjutan Pengembangan Dadahup
Untuk mempercepat implementasi rekomendasi tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Joint Technical Working Group.
Indonesia juga mendorong penyusunan Integrated Water Management Masterplan and Roadmap Dadahup.
Langkah berikutnya diarahkan pada penguatan tata kelola air berbasis petani.
Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan teknologi digital, meliputi telemetry, remote sensing, dan decision support system.
Dadahup akan dikembangkan sebagai Indonesia–Australia Demonstration Project sekaligus laboratorium hidup pertanian rawa modern.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup pada April 2026.
Kawasan Dadahup menjadi salah satu fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Perluasan Kerja Sama Pertanian dan Perdagangan
Selain membahas pengembangan Dadahup, pertemuan bilateral juga menghasilkan komitmen untuk memperkuat perdagangan sektor pertanian antara Indonesia dan Australia.
Dalam sektor peternakan, Mentan meminta dukungan Australia untuk menjaga ketersediaan pasokan sapi hidup ke Indonesia guna memenuhi kebutuhan nasional.
Kedua negara juga sepakat memperluas kerja sama di bidang investasi, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta sektor pupuk untuk mendukung pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Rod Brazier menyatakan Australia siap menindaklanjuti berbagai hasil pembahasan bersama Kementerian Pertanian.
Brazier menjelaskan bahwa laporan akhir hasil kajian para ahli Australia mengenai Dadahup telah diserahkan kepada Menteri Pertanian.
Laporan tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan dalam pengembangan kawasan Dadahup.
Ia mengatakan, "Kami berharap laporan ini dapat membantu Indonesia meningkatkan produktivitas kawasan Dadahup dan menjadikannya contoh pengembangan pertanian rawa modern."
Brazier juga berharap proses perizinan impor dapat berjalan semakin lancar.
Menurut Brazier, kelancaran perizinan impor akan membuat perdagangan pertanian Indonesia dan Australia menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan.
Berdasarkan data tahun 2025, total perdagangan sektor pertanian Indonesia dan Australia mencapai sekitar 3,2 miliar dolar AS.
Nilai ekspor pertanian Indonesia ke Australia mencapai sekitar 203 juta dolar AS.
Nilai impor pertanian Indonesia dari Australia mencapai sekitar 3 miliar dolar AS.
- Penulis :
- Leon Weldrick



