
Pantau - Kota Bandar Lampung ditetapkan sebagai pilot project nasional percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) sejak April 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus dan mencapai target eliminasi TBC pada 2030.
Penetapan tersebut didasarkan pada kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam memperkuat layanan kesehatan primer serta pemberdayaan kader kesehatan untuk mendukung pengendalian TBC.
Fokus Temukan Kasus yang Belum Terdeteksi
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, estimasi kasus TBC di Kota Bandar Lampung mencapai sekitar 5.868 kasus.
Hingga April 2026, kasus yang berhasil ditemukan baru sekitar 882 kasus.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya missing cases, yakni penderita TBC yang belum terdiagnosis atau belum mendapatkan pengobatan sehingga masih berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.
Pemerintah kini menerapkan strategi penemuan kasus secara aktif melalui pemeriksaan anggota keluarga pasien TBC dan masyarakat yang memiliki risiko tinggi.
Di Bandar Lampung, strategi tersebut diwujudkan dengan pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 20.000 anggota keluarga dari rumah tangga pasien TBC.
Puskesmas Jadi Ujung Tombak Penanganan
Deteksi dini dilakukan untuk menemukan infeksi sebelum berkembang menjadi penyakit aktif sehingga rantai penularan dapat diputus lebih cepat.
Pemerintah Kota Bandar Lampung didukung oleh 31 puskesmas dan 51 puskesmas pembantu yang tersebar di seluruh kecamatan dalam pelaksanaan program tersebut.
Fasilitas kesehatan tingkat pertama itu tidak hanya memberikan layanan diagnosis dan pengobatan, tetapi juga melakukan penyuluhan, pelacakan kontak serumah, serta pendampingan pasien agar tetap menjalani pengobatan minimal selama enam bulan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



