HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Kembali Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Kembali Tidak Sehat, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kabut polusi udara menyelimuti kawasan di Jakarta. Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat sehingga masyarakat disarankan agar menghindari aktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir pada Rabu (29/7/2026) pagi, pukul 06.00 WIB. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye..)

Pantau - Kualitas udara Jakarta berada pada kategori tidak sehat pada Rabu pagi berdasarkan pemantauan IQAir dengan indeks kualitas udara mencapai 152, sehingga masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menerapkan langkah perlindungan kesehatan.

Konsentrasi PM2,5 Lampaui Panduan WHO

Data IQAir yang diperbarui pada pukul 06.00 WIB mencatat konsentrasi polutan PM2,5 di Jakarta mencapai 57 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut tercatat 11,4 kali lebih tinggi dibandingkan nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang berasal dari debu, asap, dan jelaga serta paparan jangka panjangnya dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini, terutama pada penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.

Warga Diimbau Gunakan Masker dan Pantau Kondisi Udara

IQAir merekomendasikan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara tercemar, serta mengaktifkan penyaring udara apabila tersedia.

Jakarta menempati peringkat keenam kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia setelah Pontianak, Serpong, Tangerang Selatan, Surabaya, dan Bandung.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan air minum, memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas, dan memberikan perlindungan khusus kepada kelompok rentan saat kondisi udara memburuk.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, atau mata dan tenggorokan terasa perih.

Penulis :
Aditya Yohan