HOME  ⁄  Nasional

Dedi Mulyadi Menargetkan Seluruh Warga Jawa Barat Menikmati Akses Listrik pada 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dedi Mulyadi Menargetkan Seluruh Warga Jawa Barat Menikmati Akses Listrik pada 2027
Foto: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat dimintai keterangan oleh awak media di lokasi Pembangunan PSEL Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu 27/7/2026 (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh warga di provinsi tersebut telah menikmati akses listrik pada 2027 setelah jumlah masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik berhasil ditekan dari sekitar 500.000 orang menjadi sekitar 70.000 orang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemerataan akses listrik menjadi salah satu target pemerintah daerah agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan di sektor energi.

Ia mengungkapkan, "Jawa Barat mentargetkan tahun depan, seluruh rakyat Jawa Barat sudah punya listrik. Dari 500.000 yang tidak punya listrik, sekarang tinggal 70.000 lagi. Tahun depan tuntas."

Pemerataan Akses Listrik Menjadi Prioritas

Target tersebut ditetapkan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kelistrikan secara merata.

Penurunan jumlah warga yang belum menikmati akses listrik dari sekitar 500.000 orang menjadi sekitar 70.000 orang dinilai menjadi capaian yang mendekatkan pemerintah daerah pada target penyelesaian pada 2027.

Selain pemerataan akses listrik, Dedi Mulyadi juga mengemukakan gagasan agar masyarakat yang tinggal di daerah penghasil energi memperoleh manfaat langsung berupa tarif listrik yang lebih murah.

Ia mengatakan, "Dalam jangka panjang, energi ini pikiran, gagasan, boleh saya punya pikiran ke depan itu, daerah yang menghasilkan energi, dalam pikiran saya daerah di mana desa energi itu ada, di mana energi itu dilahirkan, listrik dilahirkan, mereka harus mendapatkan listrik yang murah dari PLN."

Daerah Penghasil Energi Diusulkan Mendapat Tarif Khusus

Daerah yang dimaksud meliputi wilayah yang memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi (geotermal), pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga sampah, dan pembangkit listrik tenaga air.

Menurut Dedi Mulyadi, masyarakat yang tinggal di sekitar sumber energi seharusnya memperoleh manfaat secara langsung agar terdorong menjaga keberlanjutan pembangkit dan sumber daya energi.

Ia menyatakan, "Penghasil geotermal, bila perlu desanya listriknya harus gratis. Kenapa? Mereka akan bersyukur, 'Tempat saya melahirkan geotermal, manfaatnya bagi saya adalah listrik di desa saya gratis.' Untuk itu, jaga geotermal."

Dedi Mulyadi juga menilai masih terdapat ironi karena masyarakat yang tinggal di sekitar pembangkit energi di sejumlah daerah belum seluruhnya menikmati layanan listrik secara memadai.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap pembangunan berbagai infrastruktur energi dapat memperluas akses listrik bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara lebih merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

Penulis :
Arian Mesa