
Pantau - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dan budaya antisuap melalui sosialisasi antisuap dan anti fraud guna mewujudkan tata kelola kepelabuhanan yang bersih, transparan, dan berintegritas di Makassar.
Pelindo Perkuat Komitmen Integritas Bersama Pemangku Kepentingan
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan.
Ia mengatakan, "Untuk mencapai itu dilakukan sosialisasi anti penyuapan dan anti fraud di lingkungan pelabuhan di bawah Pelindo Reg 4."
Kegiatan bertema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud” itu digelar di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, dengan menghadirkan seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar.
Rinto mengungkapkan, "Ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan."
Menurutnya, penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada komitmen internal, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pelayanan kepelabuhanan.
Sosialisasi Dorong Pelayanan Bersih dan Bebas Fraud
Rinto menjelaskan pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional sehingga budaya integritas harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak yang terlibat.
Ia mengungkapkan, "Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud.”
Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan penguatan tata kelola, pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta peningkatan kesadaran insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas.
Komitmen tersebut juga diperluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan.
Rinto menambahkan, "Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat.”
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Andi Muhammad Aswin Anas, yang memaparkan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



