
Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas kepada pejabat eselon II beserta pasangan mereka sebagai upaya memperkuat pencegahan korupsi.
Pemprov Libatkan Pasangan Pejabat dalam Pendidikan Antikorupsi
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengatakan tekanan finansial dan tuntutan gaya hidup dalam keluarga kerap menjadi faktor yang mendorong pejabat terjerumus dalam praktik korupsi maupun penerimaan gratifikasi.
Erwan mengatakan, "Sering kali seseorang sudah berniat bekerja dengan integritas, namun karena desakan dari pasangannya akhirnya terjerumus korupsi. Karena itu, kami mengundang pasangan mereka agar memahami cara memberikan dukungan yang positif."
Ia juga mengatakan, "Agar tetap berintegritas, tidak ada niat untuk melakukan korupsi maupun menerima gratifikasi. Tujuan utamanya agar ketika mengakhiri masa jabatan nanti, seluruh pejabat dapat menyelesaikannya dengan husnul khatimah."
KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan pencegahan korupsi perlu dimulai dari lingkungan keluarga dengan menerapkan pola hidup sesuai kemampuan dan penghasilan.
Ia mengatakan, "Keluarga atau pasangan yang berintegritas adalah mereka yang memberikan kesejukan dalam rumah tangga. Setidaknya, pasangan menjadi pengingat utama untuk tidak melakukan korupsi."
KPK berharap penguatan nilai-nilai antikorupsi berbasis keluarga dapat membangun ekosistem birokrasi di Jawa Barat yang lebih akuntabel sekaligus memperkecil peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.
- Penulis :
- Gerry Eka





