HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Renovasi Tahap Pertama Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan Renovasi Tahap Pertama Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang
Foto: (Sumber :Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo meninjau gerbong kereta khusus petani dan pedagang di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (4/11/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden..)

Pantau - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis untuk meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang.

Renovasi Pulihkan Fasad Bersejarah

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan renovasi dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.

Prasetyo Hadi mengungkapkan, "Peresmian ini menjadi tahap awal dari rencana besar KAI untuk mengembalikan fasad Stasiun Tawang ke bentuk aslinya, sebagaimana dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada tahun 1911 hingga diresmikan pada tahun 1914."

Renovasi dilakukan dengan melibatkan ahli cagar budaya untuk menjaga nilai historis bangunan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Tahap pertama renovasi meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, serta peningkatan sistem drainase untuk mengantisipasi genangan dan banjir.

Prasetyo Hadi mengatakan, "Renovasi ini bertujuan mengembalikan keaslian fasad arsitektur sejarah, mengatasi persoalan genangan air dan banjir rob, sekaligus meningkatkan fasilitas dan kenyamanan layanan bagi pelanggan."

Stasiun Tawang Miliki Nilai Sejarah dan Layanan Strategis

Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun kelas besar tipe A yang melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang di Kota Semarang.

Pada Semester I 2026, stasiun tersebut mencatat lebih dari 2,15 juta aktivitas naik dan turun penumpang serta tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,45 persen sehingga menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia.

Stasiun Tawang juga memiliki nilai sejarah nasional sebagai titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta lokasi pemberhentian kereta yang membawa Presiden Soekarno dalam rangka perundingan gencatan senjata Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.

Prasetyo Hadi mengungkapkan, "Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelestarian warisan sejarah dan pengembangan infrastruktur modern, agar bangunan-bangunan bersejarah seperti Stasiun Semarang Tawang dapat terus dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai budaya dan sejarahnya bagi generasi mendatang."

Penulis :
Ahmad Yusuf