HOME  ⁄  Nasional

Singapura Gelontorkan Rp9,8 Triliun untuk Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Singapura Gelontorkan Rp9,8 Triliun untuk Bantu Warga Hadapi Lonjakan Harga Energi
Foto: (Sumber :Arsip - Pelancong berjalan di sekitar Marina Bay, Singapura, (14/10/2022). (ANTARA/Xinhua/Then Chih Wey).)

Pantau - Pemerintah Singapura mengalokasikan tambahan dana sebesar 900 juta dolar Singapura atau sekitar Rp9,8 triliun untuk membantu rumah tangga dan masyarakat menghadapi dampak kenaikan harga energi yang dipicu gejolak pasar minyak global.

Bantuan Disalurkan untuk Rumah Tangga dan Pelaku Usaha

Paket bantuan terbaru akan disalurkan melalui voucher senilai 300 dolar Singapura untuk setiap rumah tangga serta tambahan potongan tagihan layanan komunal yang berlaku mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027.

Pemerintah Singapura sebelumnya juga telah mengalokasikan dana sebesar 778 juta dolar AS pada April 2026 untuk membantu masyarakat, rumah tangga, dan dunia usaha menghadapi kenaikan harga energi.

Selain memberikan bantuan, pemerintah juga mengimbau rumah tangga dan pelaku usaha menghemat penggunaan energi.

Usaha kecil dan menengah yang mempekerjakan warga setempat akan menerima bantuan antara 500 hingga 1.200 dolar Singapura, termasuk bagi pemilik lapak yang menyewa tempat di pusat kaki lima dan pasar.

Harga Energi Diperkirakan Tetap Tinggi

Pemerintah Singapura memperkirakan harga energi global masih akan bertahan pada level tinggi sehingga harga bensin, diesel, listrik, dan berbagai produk ritel diperkirakan tetap mengalami tekanan.

Lonjakan harga energi dipicu eskalasi konflik di Iran yang menyebabkan gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dunia.

Meskipun penghentian total ekspor minyak berhasil dihindari, pasar energi global masih menghadapi ketidakstabilan akibat gangguan pasokan tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf