
Pantau - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meluncurkan platform ekspor "We Buy From Indonesia" yang bertujuan memetakan rantai pasok nasional sekaligus memperluas keterlibatan produk Indonesia di pasar global dalam pertemuan pengusaha KADIN Indonesia pusat dan daerah bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Peluncuran Platform Ekspor
Peluncuran platform tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Dalam kesempatan itu, Anindya menyampaikan kepada Presiden Prabowo, "Bapak Presiden, berkenankanlah kami ingin sekali menyampaikan suatu inisiatif yang berjudul 'We Buy From Indonesia'. Ini adalah inisiatif yang bukan saja sebuah katalog, tetapi juga suatu platform teknologi dan perdagangan.", ungkapnya.
Menurut Anindya, berbagai produk buatan Indonesia telah menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan global.
Produk-produk tersebut telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari otomotif, kedirgantaraan, furnitur, hingga barang konsumsi.
Pemetaan Rantai Pasok Nasional
KADIN mengembangkan platform "We Buy From Indonesia" berdasarkan pemetaan data perdagangan Indonesia.
Nilai ekspor Indonesia tercatat mencapai sekitar 300 miliar dolar AS per tahun.
Dari total nilai tersebut, sekitar 240 miliar dolar AS berasal dari berbagai komoditas dan produk di luar batu bara, baja nirkarat, dan minyak sawit.
Melalui platform tersebut, KADIN memetakan rantai pasok produk ekspor beserta perusahaan-perusahaan yang terlibat di dalamnya.
Pemetaan itu dilakukan agar peluang peningkatan ekspor dapat lebih mudah diidentifikasi.
Anindya menyatakan upaya tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan pembelian dari pelanggan yang sudah ada serta memperbesar kapasitas produsen dalam negeri untuk memenuhi permintaan pasar global.
Koordinasi dengan Kementerian Perdagangan
Anindya menambahkan buku "We Buy From Indonesia" disusun dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.
KADIN juga berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memastikan data yang digunakan akurat.
Data tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan ekspor nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa



