
Pantau - TNI Angkatan Udara menerima satu unit pesawat angkut NC-212i buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan nomor ekor A-211 untuk memperkuat kemampuan operasional Skadron Udara 4 di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
Perkuat Modernisasi Alutsista TNI AU
Pesawat buatan dalam negeri tersebut tiba di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, pada Kamis (30/7) sebagai bagian dari kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) antara Kementerian Pertahanan dan PTDI.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengungkapkan, “Pesawat itu tiba di Skadron Udara 4, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, untuk memperkuat Grup 1 Angkut melalui Skadron Udara 4.”
Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma mengatakan penambahan pesawat menjadi bagian dari upaya modernisasi alutsista guna meningkatkan kesiapan operasional TNI AU.
Ia mengungkapkan, “Dengan bertambahnya kekuatan pesawat angkut, kesiapan operasional satuan akan semakin meningkat untuk menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.”
Pesawat Serbaguna Buatan Dalam Negeri
Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia Dena Hendriana menjelaskan pesawat NC-212i diterbangkan langsung dari Delivery Center PTDI di Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh sebagai unit kedelapan dari total sembilan pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan.
Ia mengatakan, “Alhamdulillah, hari ini kita akan melakukan ferry flight. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk men-deliver pesanan dari Kemenhan RI. Ini merupakan unit ke-8 dari 9 yang di-order. Insyaallah ini akan memperkuat kekuatan TNI AU yang bermarkas di Malang dan menjadi sesuatu untuk bisa mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.”
Pesawat berkonfigurasi Troop Transport, Rainmaking & Camera itu dirancang untuk mendukung transportasi pasukan, operasi modifikasi cuaca, hingga pemetaan foto udara.
PTDI menyebut satu unit terakhir dari kontrak sembilan pesawat NC-212i dijadwalkan selesai dan dikirim pada Oktober 2027.
Pilot in Command Ferry Letkol Pnb Andika Ardyagana memastikan pesawat telah memenuhi kemampuan maksimal setelah lulus sertifikasi Flight Acceptance Certificate pada 9 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, “Untuk performa pesawat, kemarin kami melaksanakan pengembangan. Alhamdulillah, dapat mencapai kemampuan maksimumnya sehingga nanti setelah pelaksanaan ferry flight, kemudian dilaksanakan penerimaan oleh Kemenhan maupun oleh TNI AU. Harapan kami, pesawat ini akan menambah kekuatan TNI AU untuk menjaga kedaulatan RI.”
- Penulis :
- Aditya Yohan



