
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan kereta api untuk mendukung mobilitas masyarakat di berbagai kawasan aglomerasi melalui jaringan kereta komuter, kereta lokal, kereta regional, dan kereta bandara yang terintegrasi.
Layanan Kereta Aglomerasi Catat Pertumbuhan Penumpang
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kehadiran kereta api membantu menghubungkan kota utama, wilayah penyangga, kawasan permukiman, pusat pendidikan, sentra perdagangan, kawasan industri, destinasi wisata, hingga bandara.
Menurut Anne, layanan kereta api dirancang mengikuti karakter mobilitas masyarakat yang semakin terhubung antarkota dan antarkabupaten untuk bekerja, belajar, berdagang, dan berwisata.
Di Jawa Barat, Commuter Line Bandung Raya melayani 10.106.912 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 9,17 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 9.258.327 pelanggan.
Pertumbuhan jumlah pelanggan Commuter Line Bandung Raya juga terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, yakni 14.720.252 pelanggan pada 2023, 16.159.458 pelanggan pada 2024, dan 18.727.224 pelanggan pada 2025.
Commuter Line Bandung Raya menghubungkan Kota Bandung, Cimahi, Padalarang, Cicalengka, Rancaekek, Purwakarta, Garut, serta berbagai wilayah penyangga lainnya yang menopang aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
Di kawasan Yogyakarta-Solo, Commuter Line Yogyakarta–Palur melayani 4.719.593 pelanggan pada Semester I 2026 atau naik 6,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 4.413.690 pelanggan.
Commuter Line Prameks relasi Yogyakarta–Kutoarjo melayani 582.541 pelanggan pada Semester I 2026 sehingga total pelanggan Commuter Line Yogyakarta–Palur dan Prameks mencapai 5.302.134 orang atau tumbuh 6,87 persen.
KA Bandara Internasional Adi Soemarmo melayani 461.482 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 24,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
KAI juga mengoperasikan KA Joglosemarkerto yang menghubungkan Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal, Pekalongan, dan sejumlah kota lainnya dengan jumlah pelanggan mencapai 730.576 orang pada Semester I 2026.
KAI Tingkatkan Integrasi dan Konektivitas Antardaerah
Di Jawa Timur, jaringan KAI Commuter melayani 8.528.571 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 8,23 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 7.879.862 pelanggan.
Jaringan Commuter Line di Jawa Timur menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Malang, Blitar, dan berbagai daerah lainnya yang menjadi pusat industri, perdagangan, serta pariwisata.
Di Banten, Commuter Line Merak melayani 2.414.115 pelanggan pada Semester I 2026, sementara layanan Kereta Petani Pedagang dimanfaatkan oleh 26.074 pelanggan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Di kawasan Jabodetabek, Commuter Line melayani 176.575.981 pelanggan sepanjang Semester I 2026.
Sementara itu, Commuter Line Basoetta menuju Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.197.413 pelanggan atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di Sumatra Barat, layanan Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai memperkuat konektivitas menuju Bandara Internasional Minangkabau.
KA Lembah Anai melayani 162.428 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
KAI juga menghadirkan layanan kereta lokal dan regional melalui KA Pangrango, KA Siliwangi, KA Cut Meutia, KA Srilelawangsa, KA Datuk Belambangan, KA Kuala Stabas, dan KA Rajabasa untuk memperluas akses transportasi antardaerah di berbagai provinsi.
Anne menegaskan KAI akan terus memperkuat layanan melalui evaluasi operasi, peningkatan kapasitas, integrasi antarmoda, dan pengembangan fasilitas agar konektivitas kawasan aglomerasi semakin mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
- Penulis :
- Leon Weldrick



