
Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan Taman Anak Sejahtera (TAS) Prima Sesaba di Sentra Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai percontohan nasional penyelenggaraan layanan pengasuhan anak yang aman, inklusif, dan berbasis dukungan keluarga.
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Mas Kahono Agung Suhartoyo mengatakan TAS Prima Sesaba merupakan peluncuran kedua secara nasional dan diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengembangkan layanan serupa.
"Kami berharap ini menjadi tempat percontohan sehingga masyarakat di berbagai daerah yang akan menyelenggarakan Taman Anak Sejahtera bisa melihat dan mencontoh apa yang telah dilakukan di TAS Prima Sesaba ini," ungkap Mas Kahono.
Layanan Pendukung Pengasuhan Keluarga
Mas Kahono menegaskan TAS bukan untuk menggantikan peran keluarga dalam mengasuh anak, melainkan menjadi pendukung bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi tertentu.
"TAS ini bukan pengganti keluarga, tetapi pendukung keluarga agar anak-anak tetap mendapatkan pengasuhan yang baik ketika orang tua memiliki berbagai keterbatasan," ujarnya.
Anak-anak yang mengikuti layanan TAS mendapatkan stimulasi tumbuh kembang melalui kegiatan edukatif dan permainan yang mengenalkan nilai-nilai positif secara menyenangkan.
Mas Kahono menambahkan Taman Anak Sejahtera harus menjadi ruang yang aman dan inklusif.
Ia menjelaskan orang tua tetap dapat memantau maupun menjemput anak kapan saja sehingga hubungan anak dengan keluarga tetap terjaga.
Kemensos juga meminta Sentra Satria Baturraden menyelenggarakan layanan TAS sesuai standar operasional yang sedang disusun untuk menjaga kualitas layanan sekaligus memperkuat fungsi rehabilitasi sosial.
Layani Keluarga Pekerja
Kepala Sentra Satria Baturraden Darmanto mengatakan peluncuran TAS Prima Sesaba diikuti 100 anak dan 100 orang tua.
Sebanyak 20 anak dan 20 orang tua merupakan penerima manfaat TAS, sedangkan peserta lainnya berasal dari taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini di sekitar Baturraden.
Saat ini TAS Prima Sesaba melayani 20 anak dari keluarga desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Layanan tersebut diperuntukkan bagi keluarga yang membutuhkan tempat pengasuhan anak yang aman selama orang tua bekerja.
"Anak-anak bisa dititipkan di sini ketika orang tua bekerja. Saat orang tua selesai bekerja, anak bisa dijemput kembali. Sejak mulai beroperasi pada 1 Juli 2026, layanan ini berjalan dengan baik," kata Darmanto.
Gedung TAS memanfaatkan aula yang sebelumnya digunakan sebagai gudang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Sentra Satria Baturraden sebelum direvitalisasi menjadi ruang ramah anak.
Kuota layanan tahap awal ditetapkan sebanyak 20 anak dan akan dievaluasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain TAS, Sentra Satria Baturraden juga tengah menyiapkan layanan penitipan warga lanjut usia pada siang hari dengan nama sementara Talaslaba atau Taman Lansia Sejahtera Lahir Batin.
Darmanto berharap Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas turut menyosialisasikan keberadaan TAS agar semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari penguatan pengasuhan anak berbasis keluarga.
- Penulis :
- Arian Mesa



