HOME  ⁄  Nasional

PHE ONWJ Selesaikan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut untuk Amankan Produksi Migas Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

PHE ONWJ Selesaikan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut untuk Amankan Produksi Migas Nasional
Foto: Foto: Pekerja sedang melakukan pekerjaan perbaikan dan pemasangan pipa bawah laut untuk menjaga keamanan produksi dan distribusi migas. (Sumber: Pertamina EP.)

Pantau - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) merampungkan pengerjaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer melalui program Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP) untuk menjaga keandalan produksi minyak dan gas bumi (migas).

Tiga Jalur Pipa Rampung pada Semester I 2026

General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengatakan program PRRP 2026 dilaksanakan secara berkelanjutan untuk meminimalisasi risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut.

"Tiga jalur pipa bawah laut yang telah selesai dikerjakan merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan fasilitas penyalur migas dan mendukung keberlangsungan operasi Pertamina," ungkap Muzwir.

Penyelesaian tiga jalur pipa bawah laut tersebut dilakukan pada semester I 2026 dengan rincian jalur UWJ-B1C yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform ke Bravo, jalur EF-EA yang mengamankan penyaluran di area Echo, serta jalur BG-BC yang berada di area Bravo.

Pekerjaan instalasi lepas pantai dalam proyek PRRP berlangsung selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025 dan selesai 10 hari lebih cepat dari target penyelesaian.

Selama pelaksanaan proyek, aspek keselamatan kerja menjadi prioritas utama dengan catatan 854.765 jam kerja selamat.

Infrastruktur Baru Jaga Penyaluran Migas

Muzwir menyebut proyek tersebut merupakan proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas dan memastikan keandalan infrastruktur penyalur.

Dengan selesainya tiga jalur pipa bawah laut tersebut, PHE ONWJ memastikan keandalan penyaluran produksi migas sebesar 3.895 barel minyak per hari (BOPD) dan 6,9 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Pada paruh kedua 2026, program PRRP masih menyisakan pengerjaan satu jalur pipa, yaitu Pipeline BC-BPRO sepanjang 2,78 kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal IV (Q4) 2026.

Pada 2027, tim PRRP juga merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline untuk jalur BF-BK-BPRO dan jalur FK-FC guna menjaga keandalan infrastruktur penyalur migas milik PHE ONWJ.

Muzwir menegaskan upaya tersebut merupakan bentuk komitmen PHE ONWJ dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Keberhasilan pengamanan penyaluran migas melalui tiga jalur pipa tersebut diharapkan terus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi migas nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

Penulis :
Leon Weldrick