HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Libatkan 34 Kelompok Tani Rehabilitasi 6.120 Hektare Mangrove di Delta Mahakam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenhut Libatkan 34 Kelompok Tani Rehabilitasi 6.120 Hektare Mangrove di Delta Mahakam
Foto: Foto: Dialog antara Kelompok Tani Hutan (KTH) pelestari mangrove di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara bersama para jurnalis dalam agenda Media Gathering MangroFest 2026, Sabtu (31/7/2026). (Sumber: ANTARA/Helti Marini Sipayung)

𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙪 - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melibatkan 34 kelompok tani hutan (KTH) dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Delta Mahakam, Kalimantan Timur.

Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Manager M4CR Kalimantan Timur Asman Azis mengatakan pelibatan kelompok tani hutan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi mangrove yang berlangsung sejak 2024 hingga 2026.

Rehabilitasi Mangrove Libatkan Masyarakat Pesisir

Hingga saat ini, program M4CR berhasil merehabilitasi kawasan mangrove seluas 6.120 hektare dari target tahun 2026 sebesar 6.486 hektare.

Pada awal pelaksanaan program, pelibatan masyarakat difokuskan di Kecamatan Anggana, Muara Badak, dan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada 2026, kegiatan penanaman mangrove diperluas ke sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Berau, Kutai Timur, Paser, serta kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Manfaat rehabilitasi mangrove akan langsung dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar ekosistem tersebut," ungkap Asman Azis.

Asman mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program rehabilitasi mangrove.

Ekosistem mangrove berperan melindungi wilayah pesisir dari abrasi, mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan, menyimpan karbon, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana, Delta Mahakam, terdapat 14 kelompok tani hutan pelestari mangrove yang telah menanam dan merawat bibit mangrove sejak 2024.

Kelompok Tani Rawat Puluhan Ribu Bibit Mangrove

Ketua KTH Mangrove Borneo Andi Firmansyah mengatakan program M4CR membantu kelompoknya menjaga kelestarian mangrove yang berpengaruh langsung terhadap aktivitas masyarakat setempat yang sebagian besar bekerja sebagai petambak udang dan nelayan.

"Sebelum mendapatkan dukungan M4CR, kelompok kami telah melakukan rehabilitasi mangrove secara mandiri dengan menanam mangrove jenis Rhizophora sp di area tambak," ujar Andi.

Dengan dukungan program M4CR, upaya rehabilitasi mangrove menjadi lebih terarah dan berjalan lebih cepat.

KTH Mangrove Borneo saat ini memiliki 15 anggota dan telah berhasil menanam 64 ribu bibit mangrove di lahan seluas 70 hektare.

Pada 2026, penanaman mangrove ditargetkan dilakukan pada areal bekas tambak seluas 199 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mahakam Berau Indri Hendraswari mengatakan Kalimantan Timur memiliki kawasan mangrove seluas 240.929 hektare.

Kawasan tersebut tersebar di Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, Kota Balikpapan, dan Kota Bontang.

Dari total luas tersebut, kondisi tutupan hutan mangrove lebat mencapai 193.380 hektare, kondisi sedang seluas 33.985 hektare, dan tutupan sangat jarang mencapai 13.563 hektare.

Indri mengatakan luas ekosistem mangrove rusak yang perlu direhabilitasi mencapai 58.116 hektare akibat perubahan fungsi kawasan untuk berbagai peruntukan, terutama tambak.

Program M4CR yang mendapat dukungan Bank Dunia mendapat respons positif dari masyarakat Kalimantan Timur melalui keterlibatan dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan mangrove.

Penulis :
Shila Glorya