HOME  ⁄  Nasional

Menkeu Tinjau Kesiapan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menkeu Tinjau Kesiapan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Surabaya
Foto: Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026). (Sumber: Kementerian Keuangan)

𝙋𝙖𝙣𝙩𝙖𝙪 - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Surabaya di Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk memastikan sarana dan prasarana sekolah siap serta layak digunakan, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Keuangan menegaskan seluruh fasilitas sekolah harus dimanfaatkan dengan baik guna mendukung proses belajar-mengajar.

Menkeu Periksa Asrama hingga Ruang Kelas

Purbaya meninjau langsung rute keseharian para peserta didik mulai dari lingkungan asrama hingga ruang kelas.

Ia memeriksa kondisi furnitur yang digunakan di sekolah serta meninjau sirkulasi udara di ruang belajar.

Kesiapan ruang kelas dan meja belajar juga diperiksa untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik dalam mendukung kegiatan pendidikan.

Purbaya kembali menegaskan komitmen negara dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui Program Sekolah Rakyat yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Program tersebut merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan yang berkualitas, gratis, dan berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui investasi pada sumber daya manusia sejak usia dini.

Tampung 270 Peserta Didik

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya menampung sebanyak 270 peserta didik.

Jumlah tersebut terdiri atas 30 siswa jenjang SD, 120 siswa jenjang SMP, serta 120 siswa jenjang SMA, termasuk 98 siswa kelas XI.

Seluruh peserta didik diseleksi melalui skema Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan program tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Proses belajar-mengajar didukung oleh 131 tenaga pendidik yang terdiri atas 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, serta 43 tenaga pendukung yang mendampingi aktivitas sehari-hari peserta didik di lingkungan asrama.

Penulis :
Leon Weldrick