
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi menghadirkan konten yang mudah dipahami masyarakat, edukatif, dan inspiratif guna memperkuat reputasi institusi di era digital.
Humas Kampus Diminta Ubah Strategi Konten
Kepala Humas dan Protokoler Kemdiktisaintek Doddy Zulkifli Indra Atmaja menyampaikan arahan tersebut melalui webinar bertajuk Humas Berdampak, Menghadirkan Konten Positif yang Mengedukasi dan Inspiratif di Era Digital yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (1/8/2026).
Doddy mengungkapkan, "Format konten di media sosial, jangan lagi menghadirkan terlalu banyak informasi kegiatan formal, tapi lebih mengangkat informasi yang inspiratif tentang mahasiswa termasuk alumni."
Ia menjelaskan paradigma humas perguruan tinggi perlu bergeser dengan lebih banyak mengangkat testimoni penerima manfaat program kampus, hasil riset dan inovasi, serta dampak nyata dari berbagai program yang dijalankan.
Menurutnya, konten media sosial juga harus mengikuti tren dan disesuaikan dengan karakter masing-masing platform agar mampu menarik perhatian masyarakat, khususnya calon mahasiswa.
Doddy mengatakan, "Calon mahasiswa banyak mencari informasi dari media sosial. Karena itu, media sosial harus diubah menjadi media interaksi. Porsi konten seremonial dikurangi dan lebih banyak menghadirkan kehidupan mahasiswa, siaran langsung, serta konten yang membuat audiens merasa dekat dengan kampus."
Fokus pada Dampak dan Kolaborasi
Doddy menegaskan keberhasilan humas tidak lagi diukur dari banyaknya publikasi, melainkan dari pesan, persepsi, dan dampak yang dihasilkan kepada publik.
Ia mengungkapkan, "Untuk membangun citra, kehumasan sekarang tidak lagi menghasilkan jumlah konten yang banyak saja, tetapi pesan, persepsi, dan dampaknya harus tersampaikan."
Kemdiktisaintek juga mendorong humas perguruan tinggi memanfaatkan video singkat berdurasi 30–60 detik, teknik storytelling, kisah sukses alumni, konten edukatif, hingga teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses produksi konten.
Selain itu, humas kampus diharapkan meningkatkan kualitas laman resmi perguruan tinggi, mengoptimalkan platform TikTok, serta memperkuat kolaborasi dengan industri, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi lainnya.
Doddy mengatakan, "Kehumasan berkaitan dengan reputasi institusi di mata publik. Komunikasi harus bersifat dua arah dan berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik, membangun persepsi jangka panjang, serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan."
Sementara itu, Rektor UMSU Akrim menilai peran humas semakin penting dalam menyampaikan berbagai informasi positif kepada masyarakat dan mendorong seluruh tim humas kampus terus meningkatkan kreativitas.
Akrim mengatakan, "Peran humas ke depan sangat penting dan urgen dalam penyampaian konten positif. Harapannya dari webinar ini, konten-konten yang dihasilkan bisa lebih positif dan kreatif berkolaborasi antar satu fakultas dengan lembaga."
Kepala Biro Humas UMSU Ribut Priadi menyatakan webinar tersebut memberikan banyak wawasan baru bagi pengembangan kehumasan di lingkungan UMSU.
Ia mengungkapkan, “Banyak insight yang diterima untuk menjadikan UMSU sebagai humas yang lebih berdampak. Terima kasih kepada LLDikti yang turut mendukung aktivitas Content Creator Fest dan terus berkolaborasi dengan UMSU. Terima kasih juga kepada teman-teman lembaga, unit, dan fakultas yang terus mendukung.”
- Penulis :
- Leon Weldrick



