
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penggunaan helikopter pengebom air lebih efektif saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berada pada tahap awal atau ketika api baru mulai muncul sehingga dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengatakan helikopter water bombing tidak dirancang untuk memadamkan kebakaran dengan luasan sangat besar, melainkan digunakan ketika titik api masih terbatas agar penyiraman dari udara lebih optimal.
"Helikopter water bombing (pengebom air) bukan dirancang untuk memadamkan kebakaran dengan luasan sangat besar, melainkan digunakan saat api masih terbatas sehingga penyiraman dari udara dapat lebih optimal," ujar Budi Irawan.
"Water bombing ini fungsinya manakala api sudah mulai mentup-mentup, itu langsung di water bombing. Karena begitu karhutla meluas, helikopter water bombing mau dikasih dua skuadron, tiga skuadron atau lebih sekalipun, tidak akan padam," ungkapnya.
Strategi Terpadu Penanganan Karhutla
BNPB menekankan pengendalian karhutla harus dilakukan melalui strategi terpadu, termasuk dukungan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila tersedia potensi awan yang memungkinkan untuk menurunkan hujan dalam jumlah besar guna membantu proses pemadaman.
BNPB juga menerapkan pola penempatan helikopter secara dinamis dengan melakukan reposisi armada ke provinsi prioritas berdasarkan perkembangan indeks ancaman karhutla di berbagai wilayah.
Kalimantan Selatan sebelumnya mendapat dukungan empat helikopter pengebom air.
Satu helikopter dipindahkan ke Kalimantan Barat.
Satu helikopter lainnya dipindahkan ke Kalimantan Tengah karena intensitas karhutla di kedua wilayah tersebut lebih tinggi.
Helikopter Siaga Disesuaikan Kondisi Lapangan
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan saat ini dua helikopter pengebom air masih disiagakan di Kalimantan Selatan.
Masing-masing satu helikopter telah diperbantukan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
"Seperti yang disampaikan BNPB, apabila kondisi karhutla di Kalimantan Selatan meningkat dan membutuhkan tambahan dukungan udara, BNPB siap melakukan pergeseran helikopter water bombing dari wilayah lain ke Kalsel untuk memperkuat operasi penanganan karhutla," ujar Ronny.
- Penulis :
- Shila Glorya



