HOME  ⁄  Nasional

Menag Nasaruddin Umar Sebut Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Modal Pembangunan Nasional

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Menag Nasaruddin Umar Sebut Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Modal Pembangunan Nasional
Foto: Foto: Suasana Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). (Sumber: ANTARA/Asep Firmansyah)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama di Indonesia merupakan modal dasar bagi pembangunan nasional sekaligus kekuatan utama dalam menghadapi berbagai dinamika global.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026).

"Hari ini berkumpul dalam satu majelis memanjatkan doa terbaik bagi negeri. Kita boleh berbeda keyakinan tapi kita disatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," ujar Nasaruddin Umar.

Zikir dan Doa Kebangsaan Perkuat Persatuan

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Menteri Kabinet Merah Putih, alim ulama, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya dijadwalkan hadir dalam acara tersebut berhalangan karena menjalankan tugas negara.

Nasaruddin Umar menjelaskan penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan bentuk rasa syukur bangsa Indonesia atas anugerah kemerdekaan yang diraih berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Menurutnya, rasa syukur tersebut sejalan dengan amanat dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menilai malam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi sehingga tidak boleh kita mengacak-acaknya. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita disatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," kata Nasaruddin.

Indeks Kerukunan Umat Beragama Meningkat

Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa upaya menjaga kerukunan antarumat beragama telah menunjukkan hasil yang membanggakan.

Ia menyebutkan Indeks Kerukunan Umat Beragama meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025.

Angka tersebut menjadi capaian tertinggi sejak indeks tersebut mulai diukur.

Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama tersebut juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47 dan semakin mendekati target akhir 2029 sebesar 78,25.

Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga mengalami peningkatan menjadi 84,20 pada 2025.

Nasaruddin Umar memberikan apresiasi kepada para tokoh lintas agama yang selama ini konsisten membina umat serta menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.

Ia berharap doa bersama dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dapat membawa keberkahan bagi Indonesia serta memperkuat persatuan bangsa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nasaruddin Umar menyampaikan Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi episentrum peradaban dunia pada masa mendatang.

Modal tersebut didukung stabilitas ekonomi, kehidupan sosial yang kondusif, serta stabilitas politik nasional.

"Indonesia memiliki modal yang kuat menjadi episentrum peradaban di masa mendatang. Didukung stabilitas ekonomi kehidupan sosial dan politik nasional dan juga lebih kondusif dibanding sejumlah kawasan yang masih diliputi konflik," ungkap Nasaruddin.

Penulis :
Arian Mesa