HOME  ⁄  Nasional

TPI Modern hingga Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Kemandirian Ekonomi Perikanan Kaltim

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

TPI Modern hingga Kampung Nelayan Merah Putih Perkuat Kemandirian Ekonomi Perikanan Kaltim
Foto: Ilustrasi: Nelayan menunjukan lobster jenis bambu di perairan Pulau Balikukup, Berau, Kalimantan Timur, Minggu (31/5/2026).

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern, peningkatan ekspor hasil laut, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

TPI modern senilai Rp8 miliar dibangun di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, dan dilengkapi gudang pendingin berkapasitas 120 ton serta 22 lapak perdagangan.

“Keberhasilan proyek ini bukan diukur dari betonnya, tapi yang paling penting adalah bagaimana fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat,” kata Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat transaksi ikan, tetapi juga mendukung penyimpanan dan pengemasan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah bagi nelayan dan pedagang.

Ekspor Hasil Laut Terus Meningkat

Sepanjang semester pertama 2026, Kalimantan Timur mengekspor 1.446 ton komoditas perikanan dengan nilai mencapai Rp192,9 miliar.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur Irma Listiawati menyebut udang windu menjadi komoditas ekspor terbesar dengan volume 863,9 ton.

Komoditas lainnya meliputi udang pink beku sebanyak 268,7 ton, ikan kerapu segar 104,4 ton, bawal putih 77,9 ton, dan udang putih 42 ton.

Produk perikanan tersebut dipasarkan ke Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Taiwan, serta sejumlah negara lainnya dengan tetap menjaga standar mutu dan rantai dingin sesuai ketentuan internasional.

Kampung Nelayan Merah Putih dan Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyiapkan program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk memperkuat posisi tawar nelayan melalui pembangunan pabrik es, gudang pendingin, dan koperasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur Irhan Hukmaidy menjelaskan program tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan nelayan terhadap tengkulak sehingga harga jual hasil tangkapan menjadi lebih adil.

Di Balikpapan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan bersama Bank Indonesia turut memperkuat ketahanan pangan melalui business matching, peningkatan kapasitas pelaku usaha, program B2SA, serta penyaluran bantuan sarana produksi bagi petani, peternak, dan pembudidaya ikan.

Penulis :
Gerry Eka