HOME  ⁄  Nasional

Mentan Ajak Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu Berantas Mafia Pangan serta Kecurangan Beras Fortifikasi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Mentan Ajak Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu Berantas Mafia Pangan serta Kecurangan Beras Fortifikasi
Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengundang organisasi mahasiswa dan kepemudaan dalam dialog interaktif mengenai isu pertanian yang dilaksanakan di kediamannya di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak organisasi mahasiswa dan kepemudaan bersatu mendukung pemerintah memberantas mafia pangan, khususnya dugaan kecurangan beras fortifikasi, guna menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi kepentingan masyarakat.

Dalam dialog bersama puluhan perwakilan organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Jakarta, Minggu (2/8), Amran meminta dukungan terhadap langkah pemerintah dalam menindak pelaku yang diduga merugikan masyarakat.

“Jadi sudah sepakat (kasus kecurangan beras) fortifikasi kita gebuki ya?” tanya Amran.

“Setuju!” jawab para peserta secara serempak.

Amran kembali memastikan dukungan tersebut dengan bertanya, “Sepakat ya?” yang kembali dijawab, “Setuju!”

“Tenang saya gebuki. Tadi subuh nyaliku 10, sekarang bertambah 20. Saya percepat itu gebuki,” tegas Amran.

Dugaan Kecurangan Beras Fortifikasi

Amran menjelaskan beras fortifikasi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk mencegah stunting, namun ditemukan dijual di supermarket dengan harga mencapai Rp42.000 per kilogram.

Ia mengungkapkan hasil temuan sementara memperkirakan potensi kerugian konsumen mencapai sekitar Rp71 triliun.

Menurut Amran, penanganan kasus tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kepentingan masyarakat.

Ia juga menilai dugaan penjualan beras medium sebagai beras fortifikasi dengan harga lebih tinggi telah menghilangkan hak masyarakat memperoleh pangan bergizi dan terjangkau.

Libatkan Organisasi Kepemudaan

Mentan mengajak para pemuda menjadi pelopor dalam mengawal penegakan hukum dan tidak terpengaruh isu yang mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.

Selain pemberantasan mafia pangan, Kementerian Pertanian membuka peluang bagi organisasi kepemudaan untuk mengembangkan sektor perkebunan melalui dukungan alat pertanian, benih, serta pendampingan teknis.

Dialog tersebut diikuti berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan, di antaranya PMII, IPNU, KAMMI, IMM, KNPI, BEM SI, GP Ansor, HMI, IPM, Fatayat NU, PERSIS, PERMAHI, hingga organisasi mahasiswa pertanian dan peternakan.

Penulis :
Gerry Eka