
Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyosialisasikan Sekolah Terintegrasi Merah Putih kepada masyarakat dan calon murid di Pulau Rempang, Kepulauan Riau, sebagai lokasi pembangunan sekolah yang ditargetkan mendukung pengembangan sumber daya manusia di wilayah hinterland.
Sekolah Gratis untuk Putus Rantai Kemiskinan
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan sosialisasi dilakukan bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional dan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Hari ini kami ingin memberi pemahaman tentang Sekolah Terintegrasi Merah Putih, karena sekolah ini akan segera dibangun di Rempang. Sekolah ini merupakan upaya kami untuk merancang SDM unggul di wilayah hinterland,” ungkap Amsakar.
Ia menjelaskan sekolah tersebut akan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA serta diharapkan mampu melahirkan generasi dengan kemampuan intelektual yang unggul.
“Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini akan ada SD, SMP serta SMA di dalamnya. Kami yakin sekolah ini akan melahirkan anak-anak dengan bobot intelektual hebat,” ujarnya.
Sekolah akan dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare dengan tujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pembangunan Ditargetkan Rampung 2028
BP Batam menyatakan proses pembangunan diawali dengan penyelesaian berbagai perizinan, seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada. Karena sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun masa depan generasi Batam dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa mendatang," kata Amsakar.
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto mengatakan sekolah tersebut akan dilengkapi asrama, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, perpustakaan, serta fasilitas ibadah berupa masjid dan gereja.
“Nanti akan ada asrama, jadi murid akan memiliki tempat tinggal di area sekolah. Lalu ada area olahraga yang meliputi lapangan sepak bola, basket dan kolam renang. Akan ada perpustakaan, serta fasilitas ibadah masjid dan gereja,” ungkap Mouris.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan pendidikan vokasi akan menjadi salah satu fokus pembelajaran agar lulusan memiliki daya saing di dunia kerja.
"Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja," katanya.
- Penulis :
- Gerry Eka



