
Pantau - Ribuan warga yang menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), memanjatkan doa untuk kemajuan Indonesia, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan pemberantasan korupsi.
Warga Berharap Indonesia Semakin Maju
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Babakan Peundeuy, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Aliyah (58), berharap kualitas pendidikan dan lembaga pendidikan di Indonesia semakin meningkat.
"Saya ke sini tujuan untuk berzikir, berdoa, semoga negara kita Indonesia ini menjadi negara yang aman, yang dibanggakan oleh bangsa Indonesia termasuk kita sendiri, supaya meningkat di dalam pendidikan di masing-masing lembaga," ujar Aliyah.
Aliyah menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Sukabumi untuk mengikuti kegiatan tersebut bersama para guru tanpa didampingi keluarga.
"Saya berangkat sendiri (tidak bersama keluarga), sama guru-guru," kata Aliyah.
Sebanyak 30 bus diberangkatkan dari Sukabumi dengan membawa sekitar 1.500 orang menuju acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas.
Selain Aliyah, santri dari sebuah pesantren di Jakarta Timur, Muhammad Rahman Hanafi (17), turut menyampaikan harapan terhadap kondisi Indonesia.
Rahman berharap berbagai persoalan bangsa dapat segera diselesaikan, terutama masalah korupsi yang dinilai menjadi salah satu persoalan besar.
"Masalah yang paling terbesar ini, saya terang-terangan aja ya, kita harus berantas korupsi yang mengotorkan negara Indonesia. Itu yang mungkin masalah terberat kita tahun ini," ungkap Rahman.
Zikir Kebangsaan Diikuti Sekitar 100 Ribu Peserta
Santri lainnya, Musthofa (18), berharap kondisi Indonesia semakin membaik pada bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
"Untuk ke depannya, bangsa Indonesia, negara kita ini semakin membaik, dan masalah-masalah tahun ini semoga terselesaikan ke depan," ujar Musthofa.
Ribuan warga mengenakan pakaian serba putih dan memenuhi Lapangan Monas untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung pukul 17.00-21.30 WIB.
Kementerian Agama memperkirakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 ribu orang dari berbagai wilayah Indonesia.
Para peserta mendapatkan suvenir dari Istana Kepresidenan Republik Indonesia berupa sajadah, mukena untuk perempuan, dan sarung untuk laki-laki.
Kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dalam menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Penulis :
- Arian Mesa



