
Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong perguruan tinggi di Indonesia membangun konsorsium sebagai wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.
Kampus Diminta Tingkatkan Kontribusi
"Jika bicara tentang tata kelola pendidikan tinggi dari tahun ke tahun, saya kira memang ada dinamika positifnya. Tetapi ada satu hal yang perlu menjadi pemikiran kita bersama, yakni apakah perguruan tinggi kita ini dapat memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan?" kata Wamendiktisaintek Fauzan.
Fauzan menegaskan perguruan tinggi perlu terus mengevaluasi sejauh mana kontribusinya dirasakan masyarakat.
Menurutnya, kampus merupakan aset strategis dalam pengembangan sumber daya manusia sehingga kapasitas yang dimiliki harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan nyata di daerah.
Ia menyoroti potensi dan tantangan pembangunan di Riau dan Kepulauan Riau, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kesenjangan wilayah, hingga persoalan stunting.
Konsorsium Jadi Solusi Kolaborasi
"Konsorsium itu sebenarnya adalah membangun satu ekosistem untuk memajukan pendidikan tinggi dan sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah," ujar Fauzan.
Ia menilai berbagai kepakaran, sumber daya, program, dan fasilitas perguruan tinggi dapat dihimpun dalam satu konsorsium untuk mencapai sasaran pembangunan yang sama.
Fauzan mencontohkan konsorsium 27 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur yang berkolaborasi menangani persoalan stunting dan kemiskinan melalui program KKN Tematik Pendampingan Keluarga Stunting.
"Risetnya mengambil problem yang ada di daerah. Sehingga mereka lulus itu, menyerahkan disertasinya dan dapat menjadi rekomendasi dasar pembuatan kebijakan daerah," tuturnya.
- Penulis :
- Gerry Eka



