
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mendistribusikan 30 ribu liter air bersih kepada warga di sejumlah desa di Kecamatan Agrabinta dan Leles, Jawa Barat, yang terdampak kemarau, dengan total penerima sekitar 345 kepala keluarga.
Distribusi Air Bersih Dilakukan Bertahap
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan pendistribusian air bersih telah dilakukan sejak dua hari terakhir ke wilayah terdampak di Kecamatan Agrabinta dan Leles.
Ia mengungkapkan sumber air untuk Kecamatan Agrabinta diambil dari Kantor Cabang Perumdam Sindangbarang yang berjarak sekitar 36 kilometer sehingga distribusi hanya dapat dilakukan dua kali setiap hari.
Sementara itu, sumber air bagi Kecamatan Leles berasal dari lokasi yang lebih dekat dengan permukiman warga, namun medan yang curam membuat pendistribusian maksimal hanya dapat dilakukan tiga kali setiap hari.
Dampak Kemarau Meluas ke 14 Kecamatan
BPBD Cianjur mencatat dampak kemarau terus meluas dan sementara ini telah menjangkau sekitar 14 kecamatan yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Samudra mengungkapkan tidak seluruh permintaan bantuan dapat dipenuhi karena keterbatasan akses jalan yang sulit dilalui truk tangki sehingga pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pembangunan jaringan pipanisasi maupun sumur bor.
“Kami menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk menurunkan truk tangki ke 14 kecamatan terdampak mulai dari utara hingga selatan Cianjur, dengan harapan seluruh permintaan dapat terpenuhi guna meringankan beban masyarakat.” ungkapnya.
Selama sepekan terakhir, BPBD bekerja sama dengan Perumdam Cianjur, Dinas PUTR Cianjur, PMI Cianjur, dan Polres Cianjur dalam mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik yang dapat dijangkau.
BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
- Penulis :
- Gerry Eka



