HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Utara Arahkan Petani Tanam Pangan Tahan Kekeringan Hadapi Musim Kemarau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemkot Jakarta Utara Arahkan Petani Tanam Pangan Tahan Kekeringan Hadapi Musim Kemarau
Foto: (Sumber :Seorang petani menggarap lahan sawah untuk ditanami singkong di tengah musim kemarau di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso).)

Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara mengarahkan petani untuk menanam tanaman pangan yang tahan terhadap keterbatasan air guna menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.

Petani Diarahkan Menanam Palawija

Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit mengatakan petani telah diarahkan memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi minim air.

Ia mengungkapkan, “Petani telah kami arahkan untuk menyiasati musim kemarau dengan memilih jenis tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti singkong, jagung, dan kacang-kacangan.”

Novy menjelaskan pihaknya terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.

Ia menyebut tanaman palawija lebih sesuai dibudidayakan pada musim kemarau dibandingkan tanaman yang membutuhkan banyak air.

Sementara itu, tanaman padi di wilayah Rorotan masih dalam kondisi aman karena diperkirakan memasuki masa panen dalam dua pekan ke depan.

Ia mengatakan, “Penanaman kembali akan dilakukan saat awal musim hujan.”

Hama dan Budidaya Sayuran Jadi Tantangan

Novy mengatakan peningkatan serangan hama menjadi salah satu tantangan pada musim kemarau, mulai dari kutu putih pada tanaman buah hingga serangan burung dan tikus di area persawahan.

Ia menambahkan pengendalian hama perlu dilakukan secara tepat untuk meminimalkan dampaknya terhadap hasil pertanian.

Menurut Novy, budidaya sayuran juga terdampak musim kemarau, namun masih dapat dilakukan melalui sistem hidroponik.

Ia mengungkapkan, “Karena kebutuhan air dan nutrisi dapat dipenuhi secara terukur."

Penulis :
Ahmad Yusuf