HOME  ⁄  Nasional

Sinergi KDMP dan MBG Mulai Beri Kepastian Pasar bagi Hasil Budi Daya Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sinergi KDMP dan MBG Mulai Beri Kepastian Pasar bagi Hasil Budi Daya Masyarakat
Foto: (Sumber :Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (ketiga kanan) bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) menangkap hasil panen lele saat meninjau budi daya bioflok Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan di Blora, Jawa Tengah. (ANTARA/Kementerian Koordinator Bidang Pangan).)

Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan sinergi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan kepastian pasar bagi hasil budi daya masyarakat melalui penyerapan produk oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Model tersebut telah diterapkan di KDMP Kamolan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang memasok lele bersih ke empat SPPG untuk memenuhi kebutuhan sumber protein dalam Program MBG.

Pasokan Lele Diserap Empat SPPG

Zulkifli Hasan menjelaskan integrasi KDMP dan MBG membentuk ekosistem ekonomi desa dari hulu hingga hilir, di mana masyarakat memproduksi, koperasi mengelola usaha, dan SPPG menyerap hasil budi daya secara berkelanjutan.

“Inilah yang kita bangun, sebuah closed-loop economy. Warga memiliki kepastian pasar, koperasi menjadi penggerak ekonomi desa, dan anak-anak memperoleh sumber protein berkualitas melalui Program MBG,” ungkap Zulkifli Hasan.

KDMP Kamolan memasok lele bersih kepada empat SPPG dengan harga Rp25.000 per kilogram.

Setiap SPPG rata-rata memesan sekitar 250 kilogram lele dalam sekali pengambilan sehingga pembudidaya memiliki kepastian permintaan dan dapat merencanakan produksi serta jadwal panen.

Unit budi daya bioflok Kamolan mulai beroperasi pada Februari 2026 dan menghasilkan sekitar 1,04 ton lele pada siklus pertama.

Pada siklus kedua, pengelola telah melakukan panen parsial sekitar 605 kilogram.

Saat ini sebanyak 22 dari 24 kolam telah terisi dengan sekitar 92.000 benih lele yang ditebar secara bertahap agar panen sesuai kebutuhan pasokan empat SPPG.

Perkuat Ekonomi Desa dan Ketahanan Pangan

Menko Pangan menilai keterhubungan antara produksi masyarakat, koperasi, dan SPPG mampu menggerakkan ekonomi desa sekaligus mendukung penyediaan pangan bergizi.

"Integrasi KDMP dengan MBG menjadi bukti bahwa program pemerintah kini terhubung dari hulu hingga hilir. Produksi masyarakat terserap, ekonomi desa bergerak, dan manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," tegasnya.

Pemerintah menargetkan produksi ikan budi daya nasional mencapai 7,15 juta ton pada 2026 melalui Program Budi Daya Tematik Bioflok untuk meningkatkan produksi, menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, serta memasok kebutuhan protein Program MBG.

Penulis :
Ahmad Yusuf