
Pantau - PTPN I menegaskan komitmennya mendukung ketahanan pangan dan memperkuat kedaulatan negara melalui transformasi bisnis, modernisasi perkebunan, serta pengembangan hilirisasi komoditas strategis nasional dalam acara Syukuran, Doa Bersama Swasembada Pangan Indonesia, dan peluncuran buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara karya Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras di Jakarta, Sabtu (1/8).
PTPN I Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan memiliki posisi strategis karena bergerak di sektor agro yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional sekaligus berperan menyerap tenaga kerja, membuka akses pembangunan daerah, serta menjadi pusat transfer teknologi dan inovasi di bidang perkebunan.
"Program Asta Cita Presiden Prabowo sangat relevan dengan tugas PTPN I dalam mendukung ketahanan pangan. Bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tidak akan benar-benar merdeka," ungkapnya.
Ia menjelaskan produksi beras nasional pada 2025 mencapai sekitar 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan produksi padi sebesar 71,95 juta ton gabah kering panen dan surplus beras sekitar 3,52 juta ton sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.
Menurut Abdul Rivai Ras, Indonesia juga telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras berkat sinergi pemerintah, petani, BUMN, akademisi, dunia usaha, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan.
Transformasi Bisnis Hadapi Tantangan Global
PTPN I akan terus mempercepat transformasi bisnis melalui modernisasi perkebunan, digitalisasi operasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta hilirisasi berbasis bioenergi untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.
Abdul Rivai Ras menilai tantangan global seperti perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok internasional semakin menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan negara.
Ia juga menyebut keberhasilan swasembada pangan menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan bahan pangan secara berkelanjutan.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan diisi dengan diskusi mengenai hubungan pangan dan pertahanan negara, peluncuran buku, pemberian santunan kepada anak yatim, serta tausiah oleh Ustaz Das'ad Latif.
- Penulis :
- Gerry Eka



