
Pantau - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY berhasil mengevakuasi dua orang yang selamat dari serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, setelah operasi penyelamatan bersama aparat keamanan pada Senin (3/8/2026).
Serangan KKB yang terjadi pada Minggu (2/8) malam itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga, dan Alfons.
Operasi Evakuasi Berlangsung Dua Tahap
Komandan Satgas Pamtas Yonif 511/DY Letnan Kolonel Infanteri Amar Supratman mengatakan operasi evakuasi dilakukan bersama Satgas Yonif 136/TS, Satgas Operasi Damai Cartenz, Koramil Illu, dan Polsek Illu.
Ia mengungkapkan, "Kami melakukan evakuasi terhadap tiga korban, di mana satu orang di antaranya meninggal dunia dan dua orang selamat. Ketiganya setelah dievakuasi langsung diserahkan kepada Polsek Illu dan Pemerintah Kabupaten Tolikara. Dalam evakuasi korban dilakukan dua kali di titik yang berbeda dengan jarak sekitar 400 meter."
Amar menjelaskan dua tim evakuasi yang dipimpin Letnan Dua Infanteri Arif Reskianto bergerak menuju lokasi setelah terlebih dahulu melakukan identifikasi sasaran melalui komunikasi dengan korban yang selamat.
Ia mengatakan, "Dua tim itu langsung bergerak menuju lokasi bersama-sama dengan aparat keamanan lainnya. Sebelum masuk sasaran dilakukan terlebih dahulu identifikasi sasaran oleh Dansatgas Yonif 511/DY dengan berkomunikasi dengan korban yang selamat."
Sekitar pukul 01.26 WIT, tim berhasil mengevakuasi tiga pekerja, yakni Alfons Defonsius Reyaan (53) yang meninggal dunia, serta Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho (36) dan Supredo Ulipili (56) yang selamat.
Korban Diserahkan kepada Aparat
Amar mengungkapkan jenazah dan dua korban selamat kemudian diserahkan kepada personel Polsek Illu dan tim evakuasi Pemerintah Kabupaten Tolikara.
Ia mengatakan, "Kemudian jenazah dan korban selamat diserahkan kepada personel Polsek Illu dan tim evakuasi Pemerintah Kabupaten Tolikara. Kegiatan evakuasi berjalan dengan aman dan lancar."
Menurut Amar, penyerangan terhadap pekerja sipil tersebut diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo alias Rambo Botak alias Rambo Tolikara alias Mayuwara Jinggagok bersama kelompok Tetanus Enumbi.
Para korban merupakan karyawan PT Sultan Harauli Jaya (SHJ) yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jalan milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



