HOME  ⁄  Nasional

Gubernur NTB Ubah Paradigma Cagar Budaya agar Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gubernur NTB Ubah Paradigma Cagar Budaya agar Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pengunjung menikmati suasana cagar budaya Taman Mayura di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/5/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama.)

Pantau - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan paradigma pengelolaan cagar budaya perlu diubah agar warisan sejarah tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.

Cagar Budaya Didorong Jadi Sumber Ekonomi

Iqbal mengatakan cagar budaya memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola secara tepat tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Ia mengungkapkan, "Cagar budaya bisa menjadi destinasi wisata, membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, dan menghasilkan pendapatan daerah, pendekatan seperti itulah yang harus kami bangun."

Menurutnya, perubahan paradigma tersebut diperlukan agar pemerintah kabupaten dan kota memiliki alasan yang lebih kuat dalam mendukung pelestarian cagar budaya melalui kebijakan maupun penganggaran.

Ia menegaskan keberhasilan pelestarian cagar budaya tidak hanya diukur dari banyaknya objek yang ditetapkan sebagai cagar budaya, tetapi juga dari keseriusan pemerintah dalam merawat dan memanfaatkannya.

Ia menambahkan, "Lebih baik sedikit (cagar budaya), tetapi benar-benar terurus daripada mengejar status, setelah ditetapkan justru tidak dirawat dan tidak dimanfaatkan."

Revitalisasi Tetap Menjaga Nilai Sejarah

Iqbal mencontohkan kawasan Kota Tua Ampenan di Kota Mataram yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai pintu perdagangan dan tempat perjumpaan berbagai bangsa pada abad ke-19 di Pulau Lombok.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut harus dilakukan secara hati-hati agar aktivitas ekonomi dan pariwisata tidak menghilangkan karakter serta keaslian sejarah kawasan.

Ia mengatakan, "Jangan sampai revitalisasi justru memutus hubungan kawasan dengan sejarahnya. Semua harus didasarkan pada kajian sejarah, arkeologi, dan konservasi, sehingga identitas kawasan tetap terjaga."

NTB memiliki sejumlah cagar budaya, di antaranya Kompleks Taman Narmada di Lombok Barat, Taman Mayura dan Pura Meru Cakranegara di Kota Mataram, Masjid Kuno Bayan Baleq di Lombok Utara, serta Istana Asi Mbojo di Kota Bima.

Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menegaskan pembangunan kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan manusia dan ekonomi.

Ia mengungkapkan, "Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan modal sosial dan modal budaya yang menentukan daya saing daerah di masa depan."

Penulis :
Ahmad Yusuf