
Pantau - Indonesia, Australia, dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) menyepakati penguatan mekanisme pertukaran informasi intelijen dalam Trilateral Meeting antara Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) yang berlangsung di Polres Belu, Nusa Tenggara Timur, guna mencegah dan menindak berbagai bentuk kejahatan transnasional yang memanfaatkan kawasan perbatasan sebagai jalur operasi.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan Polda NTT siap menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut melalui jajaran kewilayahan agar seluruh kesepakatan dapat diwujudkan dalam tindakan operasional yang terukur.
Henry menyampaikan pernyataan Kapolda NTT yang menegaskan, "Kapolda NTT menegaskan sinergi antara Polri, AFP, dan PNTL harus terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif, pertukaran informasi yang cepat, serta koordinasi yang efektif agar setiap potensi ancaman kejahatan transnasional dapat dideteksi dan ditangani sejak dini."
Ketiga negara berharap kesepakatan tersebut memperkuat sistem respons bersama dalam memberantas kejahatan transnasional serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste dan jalur menuju Australia.
Pertukaran Intelijen Jadi Kunci Pencegahan
Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol Juara Silalahi mengatakan ancaman kejahatan transnasional tidak mengenal batas negara sehingga membutuhkan respons bersama melalui kerja sama yang lebih erat.
Ia mengungkapkan, "Pertemuan trilateral ini merupakan wujud nyata komitmen kita untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman yang tidak mengenal batas negara."
Juara berharap forum tersebut mampu membangun mekanisme pertukaran informasi intelijen yang lebih cepat, akurat, dan aman sehingga berbagai ancaman dapat dicegah sejak dini.
Ia menambahkan seluruh hasil pembahasan akan menjadi bagian dari penguatan kerja sama kepolisian lintas negara sekaligus mempercepat pertukaran informasi di lapangan yang dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah kejahatan transnasional.
Menurut Juara, kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste yang berdekatan dengan Australia memiliki posisi strategis sehingga memerlukan pengawasan bersama terhadap aktivitas jaringan kriminal internasional.
Operasi Gabungan dan Patroli Bersama Diperkuat
Federal Agent AFP Dili Sarah Hammond mengatakan Indonesia, Timor Leste, dan Australia menghadapi tantangan keamanan yang saling berkaitan akibat kedekatan geografis.
Sarah menyatakan, "Kami melihat jaringan kejahatan masih memanfaatkan jalur laut dan darat di kawasan ini sebagai rute transit. Ancaman tersebut tidak dapat ditangani oleh satu negara saja, sehingga pertukaran informasi dan kerja sama trilateral menjadi sangat penting."
AFP berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Polri dan PNTL dalam penanganan penyelundupan manusia, perdagangan orang, peredaran narkotika, serta penyelundupan bahan kimia ilegal.
Chief Superintendent Border Police Unit PNTL Calisto Gonzaga menegaskan penguatan pertukaran informasi intelijen perlu diikuti langkah operasional berupa peningkatan patroli bersama, pelaksanaan operasi gabungan, serta pengembangan kapasitas personel untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara.
Dalam sesi diskusi, ketiga delegasi juga membahas berbagai persoalan aktual di wilayah perbatasan yang meliputi penyelundupan orang dan barang, perdagangan orang, pencurian ternak, pencurian kendaraan bermotor, serta pelintas batas ilegal yang masih memanfaatkan jalur laut dan jalur tidak resmi.
- Penulis :
- Shila Glorya



