
Pantau - Lebih dari 115.000 warga dievakuasi di Provinsi Shaanxi, China, setelah hujan deras memicu banjir serta meningkatkan risiko tanah longsor dan bencana susulan lainnya, menurut laporan otoritas setempat yang dikutip media pada Selasa (4/8).
Sebanyak 49.925 rumah tangga atau 115.756 jiwa dipindahkan dari kawasan yang terancam dampak cuaca ekstrem berdasarkan data China Central Television dan Pemerintah Provinsi Shaanxi.
Wilayah utara Shaanxi, barat Guanzhong, dan barat daya Shaanxi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara daerah lainnya diguyur hujan lebat hingga sangat lebat.
Kabupaten Luonan, Tongguan, dan Baihe menjadi wilayah yang terdampak paling parah.
Curah hujan tertinggi tercatat mencapai 136,4 milimeter di Stasiun Shipo, Kabupaten Luonan.
Banjir Melanda Sejumlah Sungai
Curah hujan tinggi memicu banjir di daerah aliran Sungai Hanjiang, Weihe, Danjiang, dan Yiluo.
Sebanyak 28 sungai dan 40 stasiun hidrologi mencatat 47 kejadian puncak banjir.
Dua stasiun pemantau sempat melampaui batas peringatan sebelum kondisi ketinggian air kembali surut.
Observatorium Meteorologi Provinsi Shaanxi juga memperbarui peringatan tingkat oranye untuk badai hujan dan cuaca konvektif ekstrem pada Selasa pagi.
Lembaga tersebut memperingatkan hujan lebat diperkirakan masih berlanjut hingga Rabu sore disertai potensi badai petir, hujan deras berdurasi singkat, dan angin kencang.
Otoritas Perkuat Mitigasi Bencana
Dinas Penanggulangan Darurat Provinsi Shaanxi meminta pemerintah daerah segera mengevakuasi warga dari kawasan berisiko serta memperketat pemantauan ancaman geologis.
Otoritas juga mengingatkan potensi banjir bandang, genangan di kawasan perkotaan, tanah longsor, dan aliran lumpur akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Pemerintah Provinsi Shaanxi turut menggelar rapat koordinasi pengendalian banjir pada Selasa untuk memperkuat langkah mitigasi menghadapi cuaca buruk yang belum mereda.
- Penulis :
- Aditya Yohan



