
Pantau - Ali Muhtar tetap mempertahankan operasional PAUD Umi Az Zahro di Bidara Cina, Jakarta Timur, meski pada tahun ajaran baru 2026 hanya memiliki dua murid, sebagai upaya memberikan akses pendidikan anak usia dini di lingkungan tempat tinggalnya.
Bangun PAUD dari Dana Pesangon
Ali Muhtar mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini setelah menggunakan sebagian dana pesangon yang diperolehnya usai bekerja selama 25 tahun di sebuah supermarket di Jakarta.
Pada 2019, ia membangun PAUD di bawah naungan Yayasan Masjid Baitus Shodiqin.
Setelah kerja sama dengan yayasan tersebut berakhir pada 2024, Ali kembali memulai dari awal dengan mendirikan PAUD Umi Az Zahro di bawah Yayasan Wasilah Cahaya Terbit yang mengambil nama dari toko milik almarhum ayahnya.
Pada tahun ajaran sebelumnya, PAUD Umi Az Zahro memiliki lima murid yang kini telah melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar.
Memasuki tahun ajaran baru, hanya dua anak yang terdaftar karena hanya mereka yang masih berada pada usia PAUD di lingkungan sekitar.
Operasional Ditopang Bantuan dan Penghasilan Pribadi
Dengan dua murid, iuran sekolah sebesar Rp50.000 per bulan belum mampu menutupi biaya operasional lembaga pendidikan tersebut.
Kegiatan belajar juga didukung Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari pemerintah sebesar Rp300.000 per anak setiap tahun.
Kekurangan biaya operasional ditutupi Ali melalui penghasilan dari rumah kontrakan, usaha asinan keluarga, serta honor yang diterimanya sebagai ketua RT.
Di ruang belajar sederhana itu, kedua murid mengikuti kegiatan belajar mengenal huruf, angka, warna, doa-doa pendek, serta pembiasaan nilai-nilai seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, berbagi, dan menghormati sesama.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



