HOME  ⁄  Nasional

BPS Catat Pekerja Informal Turun Tipis pada Mei 2026, Capai 87,88 Juta Orang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPS Catat Pekerja Informal Turun Tipis pada Mei 2026, Capai 87,88 Juta Orang
Foto: (Sumber :Pekerja mengecat bingkai jam tangan yang terbuat dari kayu di Cipadung, Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/2). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada empat hal yang masih harus dibenahi yaitu, pertumbuhan ekonomi kreatif yang belum merata, penyerapan tenaga kerja, usaha informal, dan kendala ekspor. ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi/agr/18.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat proporsi pekerja informal di Indonesia mengalami penurunan tipis pada Mei 2026 menjadi 59,30 persen dari total penduduk yang bekerja atau setara 87,88 juta orang.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyampaikan penurunan tersebut dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 59,42 persen dari total penduduk bekerja atau sebanyak 87,74 juta orang.

"Proporsi pekerja informal per Mei 2026 mengalami penurunan tipis dibandingkan dengan Februari 2026, menjadi sekitar 59,30 persen dari total penduduk yang bekerja," ungkap Edy.

Status Pekerjaan dan Tenaga Kerja Formal

BPS menjelaskan pekerja informal meliputi mereka yang berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja bebas, serta pekerja keluarga yang tidak menerima upah.

Pada Mei 2026, dari total 148,19 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 37,09 persen berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai.

"Dibandingkan dengan Februari 2026, penduduk bekerja berstatus pengusaha sendiri mengalami penambahan terbanyak, yaitu sebesar 1,38 juta orang," ujar Edy.

Jumlah pekerja di sektor formal juga meningkat dari 59,93 juta orang menjadi 60,31 juta orang, terutama didorong bertambahnya buruh, karyawan, dan pegawai.

Pendidikan Pekerja Masih Didominasi Lulusan SD

BPS mencatat sebanyak 13,18 persen dari total penduduk bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas pada Mei 2026.

Menurut Edy, proporsi pekerja berpendidikan SMA, SMK, dan diploma ke atas mengalami peningkatan dibandingkan Februari 2026.

"Pada Mei 2026, sebesar 13,18 persen dari 148,19 juta penduduk yang bekerja memiliki pendidikan diploma ke atas. Sementara itu, 35,40 persen penduduk yang bekerja memiliki pendidikan SD ke bawah dan masih mendominasi struktur penduduk bekerja di Indonesia," katanya.

Data BPS menunjukkan pekerja dengan pendidikan Diploma IV, S1, S2, dan S3 mencapai 15,93 juta orang atau 10,75 persen, sedangkan lulusan Diploma I hingga III sebanyak 3,59 juta orang atau 2,42 persen.

Sementara itu, lulusan SMK berjumlah 19,44 juta orang atau 13,12 persen dan lulusan SMA sebanyak 30,71 juta orang atau 20,72 persen.

Penulis :
Aditya Yohan